PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), perusahaan penyewaan forklift dan alat berat lainnya yang berbasis di Cikarang, Bekasi, melaporkan pendapatan neto Rp360,11 miliar untuk sembilan bulan pertama 2026, naik 10,7 persen dari Rp325,45 miliar pada periode sama 2025. Laba bersih naik 8,5 persen menjadi Rp84,57 miliar dari Rp77,94 miliar, sehingga laba per saham naik dari Rp8,92 menjadi Rp9,66. Laporan keuangan interim yang tidak diaudit ini ditandatangani Direktur Utama Hadi Suhermin dan Direktur Keuangan Winston Suhermin di Jakarta pada 29 Oktober 2026.

Kas dan bank perusahaan turun 48 persen menjadi Rp39,67 miliar dari Rp76,73 miliar per akhir 2025. Perseroan menjelaskan penurunan ini karena uang muka pembelian aset tetap yang melonjak 124 persen menjadi Rp86,96 miliar dan persediaan yang naik 23 persen menjadi Rp106,78 miliar akibat pembelian forklift yang akan dijual kembali. Piutang usaha ke pihak ketiga juga naik 26 persen menjadi Rp150,42 miliar seiring kenaikan penjualan menjelang akhir periode. Di sisi liabilitas, utang pembiayaan konsumen jangka pendek naik 60 persen menjadi Rp17,05 miliar dan jangka panjang naik 99 persen menjadi Rp33,56 miliar, dipakai untuk membiayai penambahan aset tetap, sementara utang pajak melonjak 152 persen menjadi Rp13,03 miliar karena estimasi utang pajak badan tahun ini.

Arus kas dari aktivitas operasi naik hampir dua kali lipat menjadi Rp174,03 miliar dari Rp93,22 miliar, didorong penerimaan kas dari pelanggan yang lebih besar. Perseroan memakai sebagian arus kas itu untuk aktivitas investasi senilai Rp166,69 miliar, termasuk perolehan aset tetap Rp137,38 miliar dan uang muka pembelian aset tetap Rp50,3 miliar. Beban keuangan nyaris dua kali lipat menjadi Rp29,06 miliar dari Rp15,78 miliar akibat tambahan utang, sementara ekuitas perusahaan naik menjadi Rp820,98 miliar dari Rp736,41 miliar karena laba periode berjalan ditambahkan ke saldo laba perusahaan.