PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) mengoreksi surat sebelumnya dan menyampaikan jawaban lengkap atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia nomor S-11287/BEI.PP2/09-2026 tanggal 3 September 2026 terkait laporan keuangan interim per 30 Juni 2026. Piutang usaha pihak ketiga naik menjadi Rp135,93 miliar, bertambah Rp16,92 miliar atau 14,23 persen dari Rp119,00 miliar pada akhir 2025, didorong pertumbuhan sewa dan penjualan forklift. Perseroan menyebut laju kenaikan piutang ini masih di bawah pertumbuhan pendapatan yang mencapai 19,31 persen. Realisasi penerimaan piutang setelah 30 Juni 2026 tercatat Rp62.750.276.128 atau 46,16 persen dari saldo, sementara piutang yang telah menunggak lebih dari 60 hari mencapai Rp39,05 miliar atau 27,3 persen dari saldo piutang bruto.
Persediaan naik menjadi Rp105,91 miliar, bertambah Rp19,28 miliar atau 22,26 persen, dengan komposisi forklift siap jual Rp99.412.643.730 (93,9 persen) dan suku cadang Rp6.500.867.379 (6,1 persen). Perseroan menyebut penjualan forklift tumbuh sekitar 423 persen pada 2025 dibandingkan 2024. Uang muka pembelian aset tetap melonjak 154,95 persen menjadi Rp98,93 miliar, dan seluruhnya, 100 persen, merupakan uang muka kepada satu pemasok yaitu Heli Southeast Asia Co., Ltd untuk 606 unit forklift senilai CNY40.065.054. Realisasi pengadaan sampai saat penjelasan ini disampaikan sudah mencapai Rp61.348.672.392 atau 62 persen dari total uang muka, dengan target transaksi rampung dan unit mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Di sisi lain, kas dan bank turun tajam dari Rp76,73 miliar menjadi Rp7,98 miliar, berkurang Rp68,75 miliar dalam enam bulan, sementara deposito berjangka relatif tetap di Rp65,50 miliar, terdiri dari Rp60 miliar di PT Bank Pan Indonesia Tbk dan Rp5,5 miliar di PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan bunga 4,25 sampai 6,25 persen per tahun, sebagian dijadikan agunan kredit. Total aset naik 3,65 persen menjadi Rp1,198 triliun, sedangkan pendapatan semester I 2026 naik 19,31 persen menjadi Rp250,83 miliar, terutama disumbang sewa forklift neto yang naik dari Rp203,44 miliar menjadi Rp239,34 miliar. Perseroan menargetkan pendapatan Rp600 miliar dan laba bersih Rp120 miliar untuk tahun 2026 penuh.
