SMKM Kucurkan Pinjaman Rp30 Miliar ke Afiliasi Milik Pengendali
SMKM memberi pinjaman Rp30 miliar ke Panasia Aquaculture, perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki pengendali SMKM yang juga memegang 25 persen saham SMKM.
23 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) menyampaikan tanggapan ke Bursa Efek Indonesia atas surat permintaan penjelasan bernomor S-13280/BEI.PP1/010-2026, menyusul transaksi afiliasi berupa pemberian pinjaman kepada Panasia Aquaculture Pte. Ltd. Dalam perjanjian yang ditandatangani 26 Mei 2026, SMKM menyediakan fasilitas pinjaman hingga Rp30 miliar kepada Panasia dengan bunga 6 persen per tahun, jatuh tempo satu tahun setelah penarikan pertama, dan denda keterlambatan 0,05 persen per hari dari jumlah yang telat dibayar. Dana itu ditujukan untuk belanja modal, modal kerja, investasi, dan kebutuhan operasional Panasia, perusahaan Singapura berbasis usaha holding yang baru berdiri 6 Januari 2025.
Panasia adalah pihak terafiliasi SMKM karena keduanya dikendalikan oleh pihak yang sama, yakni Lim Shrimp Org Pte. Ltd. (LSO), yang memegang 25 persen saham SMKM dan seluruh saham Panasia. Karena berstatus transaksi afiliasi, SMKM wajib menggunakan penilai independen, dan perusahaan menunjuk KJPP Ihot, Dollar & Raymond yang menyimpulkan transaksi ini wajar berdasarkan laporan bertanggal 26 Mei 2026. Nilai pinjaman Rp30 miliar itu setara 14,52 persen dari ekuitas SMKM per 31 Desember 2025 yang tercatat Rp206,67 miliar, sehingga masih di bawah ambang 20 persen yang membuat transaksi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material menurut aturan OJK.
Transaksi ini mengubah komposisi aset dan utang SMKM. Piutang usaha turun dari Rp74,95 miliar menjadi Rp36,95 miliar karena ada penagihan Rp38 miliar, sementara muncul pos piutang baru ke pihak berelasi senilai Rp30 miliar yang merupakan pinjaman ke Panasia. Untuk menambah kas, SMKM juga menerbitkan surat utang jangka pendek Rp15 miliar kepada pihak ketiga, sehingga kas dan bank naik dari Rp11,09 miliar menjadi Rp34,09 miliar dan total liabilitas melonjak dari Rp4,6 miliar menjadi Rp19,6 miliar. Ekuitas Perseroan tetap di angka Rp206,67 miliar karena transaksi ini tidak mengurangi modal, hanya menggeser pos aset dan liabilitas.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal SMKM? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.