PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menyampaikan revisi laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO periode per 30 Juni 2026 kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia. Surat bernomor 00105/P-DIR/SMLE/X/2026 itu ditandatangani Direktur Utama Siu Min pada 8 Oktober 2026 dan disampaikan oleh Corporate Secretary Arry Wahyu Riansyah pada 9 Oktober 2026. Dari total dana IPO Rp81.484.375.000 yang efektif pada 29 Desember 2023, setelah dipotong biaya penawaran umum Rp3.018.032.908, dana bersih yang diperoleh perusahaan adalah Rp78.466.342.092.
Sesuai revisi rencana penggunaan dana berdasarkan keputusan RUPSLB 28 November 2024, dana dialokasikan ke tiga pos, yaitu modal kerja Rp43.766.342.092 (55,78 persen), pembelian alat laboratorium Rp3.400.000.000 (4,33 persen), serta pembelian lahan dan pembangunan gudang, yang sebelumnya hanya direncanakan sebagai pembelian gudang, senilai Rp31.300.000.000 (39,89 persen). Hingga 30 Juni 2026, modal kerja sudah terpakai seluruhnya atau 100 persen. Sementara itu, pembelian alat laboratorium baru terealisasi Rp471.606.932 atau 13,87 persen dari anggarannya, dan pembelian lahan serta pembangunan gudang baru terealisasi Rp6.572.100.000 atau 21 persen. Secara total, SMLE telah merealisasikan Rp50.810.049.024 atau 62,36 persen dari dana bersih IPO, menyisakan Rp27.656.293.068 atau 33,94 persen yang belum terpakai.
Perusahaan menjelaskan pembelian alat laboratorium masih dalam tahap analisis kebutuhan, termasuk rencana pembelian spektrofotometer UV-Vis, sementara untuk lahan dan gudang, SMLE masih berkoordinasi dengan pengembang untuk pengajuan izin mendirikan bangunan. Target waktu penggunaan dana diperpanjang menjadi 26 Juni 2028. Sisa dana yang belum terpakai sementara ditempatkan dalam deposito berjangka satu bulan dengan perpanjangan otomatis di PT Bank OCBC NISP Tbk, berbunga 2,5 persen per tahun, pada pihak yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan.
