PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menggelar Public Expose Tahunan 2026 secara daring melalui IDX Public Expose Live pada Jumat, 11 September 2026, pukul 09.00 sampai 10.00 WIB. Manajemen yang hadir antara lain Direktur Utama Siu Min, Direktur Tanti Royani, Yulia Rosaline dan Dessy Sarendiani, Komisaris Utama Gunawan, serta Corporate Secretary Arry Wahyu Riansyah. Sesi paparan kinerja dan prospek bisnis diikuti 76 peserta lewat siaran langsung YouTube, sementara sesi konferensi pers diikuti 23 wartawan dari berbagai media.

Dalam sesi tanya jawab, manajemen menjelaskan penurunan penjualan yang sebelumnya dilaporkan dipicu oleh kondisi pasar global yang tidak menentu serta penyesuaian strategi penjualan yang sengaja dilakukan untuk menjaga kualitas pendapatan dan profitabilitas jangka panjang, termasuk evaluasi ulang portofolio pelanggan dan produk. Ke depan, perseroan menyebut akan lebih fokus pada produk specialty chemicals dengan margin lebih baik, memperluas penetrasi ke sektor industri yang tumbuh lebih tinggi, serta memperkuat layanan teknis dan kerja sama dengan prinsipal global.

Soal ekspansi ekspor, SMLE mengonfirmasi statusnya sebagai distributor internasional resmi PT Kencana Alam Sakti (KAS) untuk minyak nilam atau patchouli oil. Target pasar utama adalah India, yang menurut manajemen memiliki kebutuhan sekitar 900 ton minyak nilam untuk industri wewangian, disusul Eropa dan China. KAS yang berbasis di Sulawesi dan telah membangun pabrik di Gresik memiliki kapasitas produksi 100 sampai 400 ton per tahun, dan SMLE menargetkan mulai ekspor pada 2027 dengan penjualan awal 50 sampai 100 ton ke India di tahun pertama. Manajemen menyebut tantangan utamanya adalah sifat musiman bahan baku nilam, sehingga perseroan memilih mempercayakan sepenuhnya pengadaan dan pengelolaan kepada KAS sebagai agen tunggal, tanpa rencana mengelola perkebunan sendiri atau mencari pemasok lain.

Perseroan juga menjelaskan empat lini bisnisnya, yaitu bahan baku makanan dan minuman, kosmetik dan perawatan pribadi, bahan kimia industri, serta wewangian. Anak usaha PT Sinar Aroma Sentosa yang baru didirikan tahun lalu untuk memproduksi bumbu dan perisa (flavour) disebut baru mendapatkan izin dan sertifikasi halal lengkap, dengan target mulai berproduksi untuk dijual pada 2027, dan belum ada rencana membangun pabrik baru. Mengenai dividen, manajemen menegaskan sampai September 2026 perseroan belum membahas rencana pembagian dividen untuk tahun buku 2026.