SPMA: Pemegang Saham Jual 3 Juta Saham Senilai Rp480 Juta
PT Gloriajaya Gempita milik Presiden Komisaris Welly melepas 3 juta saham SPMA seharga Rp160 per saham pada 23 Oktober 2026, menurunkan kepemilikannya dari 24,01% menjadi 23,96%.
23 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Gloriajaya Gempita, perusahaan yang 66,25 persen sahamnya dimiliki oleh Welly selaku Presiden Komisaris Suparma Tbk, menjual 3.000.000 lembar saham SPMA pada 23 Oktober 2026. Transaksi dilakukan pada harga Rp160 per saham, sehingga total nilai penjualan sekitar Rp480 juta. Setelah transaksi ini, kepemilikan PT Gloriajaya Gempita di Suparma turun dari 1.280.101.482 lembar saham, atau 24,01 persen hak suara, menjadi 1.277.101.482 lembar saham, atau 23,96 persen hak suara.
Dalam surat keterbukaan yang disampaikan Corporate Secretary Suparma, Alberta Angela, perseroan menyebut penjualan saham ini sebagai upaya meningkatkan jumlah saham yang beredar bebas di pasar, atau yang biasa disebut free float. Laporan resmi ke OJK yang ditandatangani Hendro Luhur, selaku kuasa dari Direksi PT Gloriajaya Gempita, mencantumkan tujuan transaksi sebagai mengurangi investasi dan menegaskan transaksi ini bukan bagian dari perjanjian pembelian kembali atau repurchase agreement. Meski melepas sebagian sahamnya, PT Gloriajaya Gempita dan Welly tetap mempertahankan status sebagai pengendali Suparma, sesuai keterangan dalam dokumen tersebut.
Berdasarkan bagan pemegang saham yang dilampirkan, PT Gloriajaya Gempita merupakan salah satu kendaraan utama kelompok Welly Paul Liputra dalam mengendalikan Suparma, bersama entitas lain seperti PT Graha Inti Harapan dan Cathay Utima Investment Pte Ltd. Gabungan entitas dalam kelompok ini masih menguasai mayoritas saham Suparma di luar porsi yang dipegang masyarakat.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal SPMA? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.