PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menggelar public expose tahunan pada 7 September 2026 yang dihadiri 129 peserta dari kalangan investor, media, dan masyarakat umum. Dalam sesi tanya jawab, Direktur Erlin Budiman memaparkan anggaran belanja modal 2026 sebesar Rp2,2 triliun, dengan Rp1,5 triliun dialokasikan untuk pembangunan Subang Smartpolitan berupa akuisisi dan pengembangan lahan, serta Rp330 miliar untuk kelanjutan proyek Paradisus by Melia Bali. Hingga semester pertama 2026, realisasi belanja modal sudah mencapai Rp1,1 triliun, terdiri dari sekitar Rp800 miliar untuk Subang Smartpolitan dan Rp200 miliar untuk Paradisus, sementara sisanya dianggarkan untuk anak usaha lain seperti unit perhotelan dan NRCA.
Erlin Budiman juga mengumumkan revisi target pendapatan 2026 dari semula Rp7,5 triliun menjadi Rp7,2 triliun, akibat perlambatan perolehan kontrak baru dan realisasi penjualan lahan industri. Meski begitu, manajemen tetap menargetkan pertumbuhan pendapatan 63 persen secara tahunan dan laba bersih sekitar Rp400 miliar, naik sekitar 570 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dari sisi bisnis, Direktur Wilson Effendy menyebut permintaan lahan data center meningkat di Karawang dan Subang, dengan target penjualan sekitar 10 hektare lahan data center di Karawang tahun ini, sementara di Subang infrastruktur listrik tahap pertama sudah rampung dan tenant data center diharapkan masuk tahun depan. Direktur Johannes Suriadjaja menambahkan bahwa anak usaha NRCA sedang mengikuti tender proyek konstruksi data center dengan nilai cukup besar yang hasilnya masih ditunggu. Tingkat keterisian hotel semester pertama 2026 tercatat BATIQA di tujuh lokasi 71 persen, UMANA Bali 47 persen, Paradisus by Melia Bali 44 persen dengan target di atas 60 persen pada akhir tahun, dan Gran Melia Jakarta 38 persen. Untuk proyek jalan tol Patimban, seksi pemerintah sudah mencapai progres 70 persen sementara seksi swasta yang dikerjakan konsorsium NRCA dan ADHI baru 14 persen, dengan target rampung pada 2027. Perseroan juga tengah mengonsolidasikan seluruh unit perhotelannya di bawah PT Suryalaya Anindita International untuk memperkuat platform bisnis perhotelan.
