PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menyampaikan materi public expose tahunan yang memuat kinerja hingga semester I 2026. Perusahaan mencatat total ekuitas Rp8,482 triliun dan EBITDA (laba usaha sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi) sebesar Rp693 miliar hanya dalam enam bulan pertama 2026, jauh melampaui EBITDA sepanjang tahun 2025 yang tercatat Rp248 miliar. Per 30 Juni 2026, kapitalisasi pasar SSIA tercatat Rp7,0 triliun dengan 4.705 juta saham beredar. Pemegang saham utama adalah PT Henan Putihrai Asset Management 13,0 persen, PT Dwimuria Investama Andalan 10,2 persen, PT Arman Investments Utama 8,5 persen, Intrepid Investments Limited 8,2 persen, PT Persada Capital Investama 7,9 persen, jajaran direksi 0,5 persen, dan sisanya 51,7 persen dimiliki publik.

Lonjakan EBITDA itu terutama berasal dari penjualan lahan di segmen properti. Nilai penjualan lahan secara akuntansi pada semester I 2026 mencapai Rp1.076 triliun, naik tajam dari Rp167 miliar pada semester I 2025 dan Rp310 miliar sepanjang tahun 2025. Penjualan didorong oleh Subang Smartpolitan yang terjual 52,1 hektare pada semester I 2026, dibanding hanya 1,4 hektare sepanjang 2025. Total pendapatan segmen properti pada semester I 2026 mencapai Rp1.267 triliun, hampir dua kali lipat pendapatan sepanjang tahun 2025 sebesar Rp665 miliar.

Dalam RUPST dan RUPSLB pada 19 Juni 2026, SSIA membagikan dividen Rp23,5 miliar dan mengangkat Fentony Sudjono sebagai komisaris baru. RUPSLB juga menyetujui program MESOP (pemberian saham kepada manajemen dan karyawan) dengan penerbitan saham baru kurang dari 5 persen dari jumlah saham beredar saat ini. Di segmen konstruksi, anak usaha PT Nusa Raya Cipta Tbk memperoleh kontrak baru senilai Rp1.371 triliun pada semester I 2026, dengan kontrak dalam tangan tersisa Rp2.483 triliun di akhir periode. Pada 10 Desember 2025, NRCA bersama PT Adhi Karya Tbk ditunjuk membangun ruas pertama Tol Akses Patimban sepanjang total 14,11 kilometer, mulai dikerjakan kuartal I 2026 dengan masa konstruksi 16 bulan, yang akan terhubung ke Subang Smartpolitan lewat Interchange Cipeundeuy. Sejak 21 Agustus 2026, akses tol sementara di KM 87+950 Tol Cipali yang langsung menghubungkan ke Subang Smartpolitan juga mulai beroperasi, hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT Lintas Marga Sedaya, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Di segmen properti residensial, anak usaha TCP Internusa meluncurkan proyek rumah tapak Edenhaus Serpong pada 22 Agustus 2026, terdiri dari 9 unit ruko seharga Rp1,8 miliar per unit dan 113 unit rumah dengan harga Rp1,4 miliar hingga Rp2,2 miliar per unit, dengan total perkiraan pendapatan proyek Rp240 miliar. Di segmen hotel, Melia Bali Hotel resmi berganti nama menjadi Paradisus by Melia Bali sejak 1 Februari 2026 dengan 492 kamar, dari sebelumnya 495 kamar, seiring penambahan paket layanan all-inclusive.