Pemerintah, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, mempercepat target swasembada gula nasional dari semula empat tahun menjadi dua tahun. Salah satu langkah utamanya adalah memperluas program peremajaan tanaman tebu dengan sistem ratoon ke sentra produksi di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan pelaksanaan terbaru di Kabupaten Klaten.

Ratoon adalah tunas tebu yang tumbuh kembali dari sisa batang setelah panen. Jika dibiarkan tumbuh berulang tahun demi tahun, kualitas dan jumlah hasil panennya terus menurun. Lewat program bernama Bongkar Ratoon, tanaman tebu tua yang sudah kurang produktif diganti dengan varietas unggul yang lebih tahan hama dan menghasilkan gula lebih banyak per batang, dengan tujuan menaikkan pasokan bahan baku sekaligus kesejahteraan petani.

Klaten dipilih karena dulu menjadi salah satu pusat gula terbesar di Jawa Tengah dengan sembilan pabrik gula yang beroperasi, namun produktivitasnya menyusut seiring waktu. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, menyebut peremajaan perkebunan sebagai kunci memulihkan industri gula nasional. "Dahulu, di Klaten terdapat sembilan pabrik gula dan wilayah ini pernah menjadi salah satu pusat produksi gula terbesar di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, kejayaan tersebut perlahan memudar. Karena itu mari kita bersama-sama mengembalikan kejayaan gula Klaten," ujarnya.

Di lapangan, sejumlah petani mengeluhkan hasil panen yang terus turun meski luas lahan yang digarap tidak berubah. Melalui program ini, petani mendapat pendampingan budi daya dan penggantian varietas unggul agar hasil panen dan pendapatan mereka naik. Program serupa juga berjalan di beberapa daerah sentra tebu Jawa Timur, dan menurut pengamat industri gula, perbaikan sistem ratoon di wilayah-wilayah ini jadi langkah penting untuk menekan ketergantungan pada gula impor.