Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menegaskan komitmennya mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dalam forum Indonesian Palm Oil Stakeholders (IPOS) 2026 di Medan, Sumatera Utara, pada 29-30 Oktober 2026. Program ini penting bagi pembaca karena menyasar langsung petani sawit berskala kecil, dengan tujuan meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan mereka sekaligus menjaga kelangsungan industri sawit nasional.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin, menyampaikan bahwa sejak 2016 hingga akhir September 2026, PSR telah menjangkau lahan seluas 438.217 hektare milik 196.846 petani sawit rakyat. Total bantuan dana yang sudah disalurkan untuk program ini mencapai Rp12,48 triliun.

Khusus di Sumatera Utara, realisasi periode 2022 hingga kuartal III 2026 mencatat lahan seluas 19.902,13 hektare yang diremajakan, melibatkan 9.048 petani dengan nilai bantuan Rp553,76 miliar. Normansyah menegaskan penyaluran dana dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan menggandeng pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, pelaku usaha swasta, dan BUMN.

Selain PSR, BPDP juga memaparkan kemajuan program Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit (SPPKS) dalam forum yang sama. BPDP menyebut akan terus membuka akses program bagi petani yang memenuhi syarat agar manfaatnya makin terasa bagi produktivitas dan kesejahteraan petani sawit rakyat.