T50 Summit Indonesia Forum 2026 digelar di Shangri-La Hotel Jakarta, menandai kali kedua forum internasional produsen mesin konstruksi dan tambang ini berlangsung di Indonesia. Dalam forum tersebut, panitia merilis daftar 50 produsen mesin pertambangan terbesar dunia yang secara gabungan mencatat pendapatan US$74,29 miliar dari lini bisnis tambang, penggalian, dan pengolahan material.

Perusahaan dalam daftar berasal dari 17 negara, dengan Amerika Serikat menyumbang 11 perusahaan dan China 10 perusahaan sebagai dua kontributor terbanyak. Jerman menempatkan lima perusahaan, Jepang empat, Swedia tiga, sementara Austria, Kanada, Finlandia, India, dan Inggris masing-masing menyumbang dua perusahaan. Tujuh negara lain, yaitu Australia, Belarus, Belgia, Denmark, Polandia, Afrika Selatan, dan Korea Selatan, masing-masing menempatkan satu perusahaan.

Komatsu dan Caterpillar menempati posisi puncak, diikuti Sandvik, Epiroc, dan Metso di lima besar. Posisi keenam hingga kesepuluh diisi Hitachi Construction Machinery-LANDCROS, Volvo, FLSmidth, Weir Group, dan Liebherr. Sepuluh perusahaan teratas ini membukukan pendapatan gabungan US$57,72 miliar, atau sekitar 77,7 persen dari total pendapatan seluruh 50 perusahaan dalam daftar.

T50 Summit sendiri berdiri sejak 2011 dan rutin merilis sejumlah pemeringkatan tahunan, termasuk daftar produsen mesin konstruksi dunia, perusahaan penyewaan alat berat, dan perusahaan heavy-lift di Asia. Forum ini juga jadi ajang pembahasan laporan pasar dan tren industri konstruksi serta pertambangan global, dengan kriteria penilaian mencakup kepemimpinan pasar, inovasi, keberlanjutan, dan nilai bagi pelanggan.