PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menyampaikan materi public expose insidentil menyusul permintaan Bursa Efek Indonesia, sesuai rencana yang telah diumumkan perseroan pada 25 September 2026. Paparan tersebut dijadwalkan berlangsung 1 Oktober 2026 dan memuat kinerja keuangan semester I 2026, proyeksi bisnis, hingga analisis pergerakan harga saham.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, pendapatan usaha TEBE tumbuh 3,5% secara tahunan menjadi Rp176,9 miliar dari Rp170,9 miliar pada semester I 2025. Namun laba bersih turun 27,6% menjadi Rp20,1 miliar dari Rp27,7 miliar, yang menurut manajemen disebabkan kenaikan harga bahan bakar dan penurunan produksi batubara yang mengerek biaya pokok. Total aset tercatat Rp1.094,8 miliar, turun 15% dari Rp1.288,8 miliar per akhir 2025, seiring ekuitas yang turun 14,8% menjadi Rp1.043,9 miliar akibat pembayaran dividen tunai tahunan. Kas dan setara kas perseroan tetap kuat di Rp433,4 miliar, dengan rasio utang terhadap modal (DER) hanya 4,9% tanpa pinjaman berbunga dan rasio lancar 12,8 kali.

Materi paparan juga memuat data manajemen, belum diaudit, hingga 31 Agustus 2026 yang menunjukkan tren membaik: pendapatan usaha kumulatif Rp256,1 miliar dan laba bersih Rp47,2 miliar, sudah melampaui total laba semester I. Khusus periode Juli-Agustus, laba bersih tercatat Rp27,2 miliar dengan marjin laba bersih naik ke 18,4% dari 11,3% di semester I, ditopang volume hauling dan loading batubara yang mencapai rekor tertinggi tahun ini pada Agustus, masing-masing 585 ribu ton dan 572 ribu ton. Dari sisi segmen usaha semester I 2026, loading batubara dan kepelabuhanan menyumbang 46,7% pendapatan (Rp82,6 miliar), disusul jasa terpadu 20,9% (Rp37 miliar), fasilitas jalan hauling 20,4% (Rp36,1 miliar), jasa angkutan 8,7%, dan sewa alat berat 3,3%.

Perseroan juga mengungkap ekspansi usaha melalui anak perusahaan PT Talenta Bumi, dengan entitas trading batubara PT TB yang telah merealisasikan pengiriman perdana 7.405,41 metrik ton dan kini dalam proses settlement akhir. Selain itu, TEBE tengah menjajaki diversifikasi ke komoditas di luar batubara, yang untuk tahap awal masih diarahkan memenuhi kebutuhan internal grup. Anak usaha PT Pelabuhan Talenta Bumi disebut mulai beroperasi sebagai Badan Usaha Kepelabuhanan pada 2026 ini. Dari sisi harga saham, TEBE ditutup di level Rp1.660 pada Januari 2026, sempat melemah ke titik terendah Rp950 pada Juni, lalu naik ke Rp2.080 pada September 2026. Manajemen mengaitkan kenaikan itu dengan lonjakan harga batubara global yang sempat menyentuh US$153 per ton pada September 2026, selain laba positif di kuartal kedua dan optimisme pasar atas ekspansi usaha.