Telkomsel Enterprise, unit bisnis Telkomsel yang melayani korporasi, memperkenalkan pendekatan pemasaran bernama DigiAds yang mencoba menjawab persoalan lama para pemilik merek: iklan digital memang bisa menjangkau banyak orang, tapi sulit dipastikan apakah itu benar membuat orang datang ke toko dan membeli produknya. DigiAds menggabungkan pesan digital lewat ponsel, jaringan warung mitra Telkomsel bernama DigiPOS, dan sistem pelacakan yang menghubungkan langsung antara iklan yang dilihat konsumen dengan transaksi yang terjadi di warung tersebut.

Cara kerjanya, Telkomsel memakai data pelanggannya sendiri, seperti lokasi dan kebiasaan belanja, untuk memilih kelompok konsumen yang paling relevan dengan suatu produk. Konsumen terpilih lalu menerima pesan lewat ponsel yang mengarahkan mereka ke warung terdekat yang sudah tergabung dalam jaringan DigiPOS, sehingga warung tersebut berfungsi seperti etalase digital yang aktivitasnya bisa dipantau.

Pendekatan ini sudah dicoba bersama Rinso, merek deterjen milik Unilever Indonesia, di Jawa Barat. Menurut Telkomsel, permintaan terhadap Rinso di wilayah itu sebenarnya besar, tetapi ketersediaan produknya di pasar tradisional belum merata. Konsumen yang dianggap sesuai kriteria dikirimi undangan lewat ponsel untuk menukarkan sampel produk Rinso di warung-warung yang ikut program DigiPOS, sebagai cara membangun permintaan tanpa harus menunggu perluasan distribusi fisik yang biasanya makan waktu dan biaya besar.

VP Corporate Innovation, Sustainability, Marketing, and Digital Advertising Telkomsel, Mia Melinda, mengatakan kolaborasi dengan Rinso menunjukkan bagaimana data dan kemampuan digital Telkomsel dipakai untuk membantu klien menjawab persoalan bisnis nyata, bukan sekadar menjangkau audiens sebanyak mungkin.