PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) menyampaikan koreksi atas laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (LRPD) yang sebelumnya dikirim 14 Juli 2026. Surat koreksi bernomor 125/TPA-Dir/X/2026 ini ditandatangani Direktur Utama Wishnu Wardhana dan disampaikan oleh Corsec & Legal Arya Wibisana, tertanggal 6 Oktober 2026. Total dana hasil IPO saham TLDN yang efektif 31 Maret 2022 tercatat Rp300,36 miliar, setelah dipotong biaya penawaran umum Rp14,75 miliar, hasil bersihnya Rp285,60 miliar. Per 30 Juni 2026, seluruh dana itu sudah terserap 100 persen dan sisa dananya nol, serta laporan ini ditandai sebagai LRPD terakhir.

Rincian pemakaian dana terdiri dari empat pos. Porsi terbesar, 48 persen atau Rp136,32 miliar, dipakai untuk mengakuisisi 18.157.199 lembar saham atau 99,99 persen kepemilikan PT Cipta Davia Mandiri (CDM) dari PT REA Kaltim Plantations. Sebanyak 15 persen atau Rp44 miliar disetorkan sebagai modal ke PT Telen Prima Sawit untuk membangun pabrik pengolahan inti sawit (Kernel Crushing Plant). Dua pos terakhir yang justru menjadi inti koreksi: rencana yang disetujui RUPS Tahunan 16 April 2026 mengalokasikan 14 persen atau Rp40 miliar untuk penyertaan modal ke PT Daya Lestari guna membangun pembangkit listrik tenaga biogas, tetapi dalam tabel realisasi yang dikoreksi ini, dana sebesar itu tercatat justru disetorkan sebagai modal ke PT Cipta Davia Mandiri. Sisa 23 persen atau Rp65,28 miliar tetap mengalir ke Cipta Davia Mandiri sebagai uang muka modal kerja untuk peningkatan produktivitas kebun.

Dengan perubahan itu, total dana IPO yang berakhir di PT Cipta Davia Mandiri naik menjadi sekitar Rp241,6 miliar atau sekitar 85 persen dari seluruh hasil bersih penawaran umum, dibanding rencana awal yang menyisakan sebagian untuk proyek pembangkit biogas di anak usaha lain. Perseroan menyatakan perubahan penggunaan dana ini telah mendapat persetujuan RUPS Tahunan 16 April 2026 dan disampaikan sesuai kewajiban pelaporan dana IPO ke OJK dan BEI.