PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) membukukan pendapatan neto Rp1.197,33 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, turun 8 persen dari Rp1.301,58 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski laba bruto justru naik tipis menjadi Rp22,96 miliar dari Rp22,74 miliar, beban umum dan administrasi melonjak dari Rp13,34 miliar menjadi Rp16,34 miliar sehingga laba usaha turun dari Rp7,48 miliar menjadi Rp4,85 miliar. Setelah memperhitungkan beban bunga, pajak, dan pos lain-lain, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan turun dari Rp4,87 miliar menjadi Rp1,96 miliar, sehingga laba per saham dasar ikut turun dari Rp1,11 menjadi Rp0,45.
Di sisi liabilitas, total utang perusahaan melonjak 50,18 persen dari Rp33,15 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp49,79 miliar pada akhir September 2026. Dalam surat penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan tertanggal 30 Oktober 2026 yang ditandatangani Direktur Mutsabbit Firas, perusahaan menjelaskan kenaikan ini terutama didorong oleh penambahan utang bank jangka pendek sebesar Rp20,45 miliar atau 309,5 persen, dari Rp6,61 miliar menjadi Rp27,06 miliar, yang sebagian diimbangi penurunan utang bank jangka panjang sebesar Rp1,38 miliar atau 40,9 persen. Total aset perusahaan ikut naik 8,57 persen menjadi Rp211,37 miliar, salah satunya didorong kenaikan uang muka pembelian persediaan dari Rp64,69 miliar menjadi Rp80,81 miliar, sementara total ekuitas relatif tidak berubah di kisaran Rp161,58 miliar.
Arus kas dari aktivitas operasi berbalik menjadi negatif Rp15,89 miliar pada sembilan bulan 2026, dari sebelumnya positif Rp20,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu, karena pembayaran kepada pemasok sebesar Rp1.196,59 miliar lebih besar dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp1.194,89 miliar. Kekurangan kas ini ditutup dari aktivitas pendanaan yang membukukan kas masuk neto Rp16,38 miliar, terutama dari pencairan utang bank jangka pendek baru senilai Rp20,45 miliar, setelah dikurangi pembayaran dividen tunai Rp1,97 miliar kepada pemegang saham. Akibatnya, kas dan setara kas perusahaan pada akhir September 2026 tercatat Rp22,85 miliar, sedikit turun dari Rp23,69 miliar pada akhir 2025.
Laporan ini juga memuat rincian empat entitas anak TOSK. Dua di antaranya sudah beroperasi, yakni PT Topindo Niaga Nusantara yang bergerak di bisnis ritel di Pontianak dengan aset Rp12,07 miliar, dan PT Topindo Ikon Properti di bisnis properti di Singkawang dengan aset Rp98,22 miliar, keduanya dimiliki 99,99 persen oleh TOSK. Dua entitas anak lainnya belum beroperasi dan ditargetkan mulai komersial pada 2027, yaitu PT Uwang Lintas Semesta yang akan menggarap jasa pembayaran digital dengan aset Rp15,20 miliar, dan PT Topindo Orisinil Sinergi Kreasi di bisnis penerbitan perangkat lunak dengan aset Rp94 juta, masing-masing dimiliki 70 persen oleh TOSK.
