PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menyampaikan tanggapan resmi atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia nomor S-12713/BEI.PP1/10-2026 yang diterima perseroan pada 6 Oktober 2026. Dalam surat bertanggal 8 Oktober 2026 yang ditandatangani Corporate Secretary Sri Lestari, perseroan menjelaskan bahwa berdasarkan laporan keuangan periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, perusahaan masih mencatatkan rugi pada periode berjalan. Meski begitu, posisi keuangan masih didukung ekuitas positif, dengan total aset Rp52,23 miliar, total liabilitas Rp15,38 miliar, dan total ekuitas Rp36,85 miliar. Dari sisi operasional, pendapatan tercatat Rp19,24 miliar dengan laba bruto Rp2,72 miliar, sementara arus kas neto dari aktivitas operasi berbalik positif Rp310,19 juta, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang negatif Rp167,93 juta.
Soal pergerakan harga sahamnya, manajemen menyatakan hal itu murni hasil mekanisme pasar yang dipengaruhi informasi yang telah diumumkan perseroan serta kondisi pasar modal, aktivitas perdagangan, dan keputusan investasi masing-masing pelaku pasar. Perseroan menegaskan tidak bisa memastikan satu faktor tunggal di balik pergerakan harga TRUK pada periode tertentu.
Terkait rencana penawaran tender sukarela oleh PT Pukul Rata Kanan, perseroan menjelaskan bahwa perubahan pengendalian itu berpotensi mengubah Pemilik Manfaat Akhir, termasuk kemungkinan bertambahnya pihak yang berstatus demikian. Sampai saat surat ini dibuat, belum ada perubahan bidang usaha maupun rencana pengembangan usaha yang ditetapkan pasca peralihan kendali, meski perseroan menyatakan terbuka terhadap inisiatif pengendali baru di kemudian hari. Berdasarkan pernyataan penawaran tender PT Pukul Rata Kanan tertanggal 25 September 2026, porsi saham yang dipegang publik kini tinggal 14,82 persen, di bawah batas minimum 15 persen yang diwajibkan Ketentuan V.1.1 Peraturan I-A Tahun 2026. Perseroan menyebut akan berdiskusi dengan pengendali untuk memenuhi ketentuan itu, termasuk kemungkinan pelepasan sebagian saham pengendali ke publik, namun belum mengetahui komitmen pengendali baru untuk mempertahankan kepemilikannya di TRUK.
