Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menyampaikan tanggapan resmi atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia tertanggal 13 Oktober 2026, melalui surat nomor 047/CS-BSP/KIK/X/2026 yang ditandatangani Corporate Secretary Aditya Indrajati pada 15 Oktober 2026. Dalam surat itu, perseroan merinci seluruh wilayah operasional, konsesi, dan asetnya di sepuluh lokasi: Asahan di Sumatera Utara yang dikelola langsung oleh perseroan, serta Labuhanbatu Utara, Tulang Bawang Barat (Lampung), Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi (Jambi), Pasaman Barat dan Pesisir Selatan (Sumatera Barat), Bengkulu Utara, dan Banjar (Kalimantan Selatan) yang seluruhnya dikelola melalui entitas anak.
Perseroan juga membuka kontribusi masing-masing wilayah terhadap produksi dan pendapatan tahun 2025. Sumatera Utara menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan Rp1,18 triliun dari produksi 77.239 ton CPO dan inti sawit ditambah 2.977 ton karet. Sumatera Barat menyumbang Rp631,7 miliar dari 41.489 ton CPO dan inti sawit serta 21.381 ton tandan buah segar, sedangkan Jambi menyumbang Rp697 miliar dari 51.235 ton CPO dan inti sawit. Lampung, Bengkulu, dan Kalimantan Selatan menyumbang porsi lebih kecil, masing-masing Rp44,6 miliar, Rp1,56 miliar, dan Rp103 juta. Total pendapatan dari seluruh wilayah itu mencapai Rp2,56 triliun dari total produksi 197.501 ton.
Terkait kebakaran hutan dan lahan yang marak terjadi belakangan ini, perseroan menegaskan belum ada dampak terhadap kegiatan operasional maupun target produksi 2026, serta belum ada dampak terhadap pendapatan, laba, atau nilai aset. Perseroan juga menyatakan tidak ada penghentian operasi mendadak di lokasi maupun lahan miliknya. Namun perseroan mengakui dirinya dan entitas anak berpotensi menghadapi proses hukum terkait karhutla mengingat maraknya kejadian tersebut saat ini, meski dinilai tidak berdampak material terhadap kelangsungan usaha. Sebagai mitigasi, perseroan menjalankan sosialisasi pencegahan kebakaran, patroli di area rawan terutama yang berbatasan dengan lahan masyarakat, pemantauan titik panas dan curah hujan harian secara digital, serta pengelolaan air di lahan gambut.
