PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) melaporkan perubahan besar pada laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026. Total aset perusahaan tercatat Rp7.489,30 miliar, melonjak 114,72 persen atau bertambah Rp4.001,32 miliar dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp3.487,98 miliar. Kenaikan terbesar berasal dari aset tetap bersih yang naik Rp3.896,92 miliar atau 197,94 persen, akibat kenaikan nilai wajar tanah dan tanaman produktif setelah perusahaan mengubah kebijakan akuntansinya. Persediaan juga naik Rp74,00 miliar karena stok produk kelapa sawit jadi bertambah, dan aset biologis naik Rp76,88 miliar karena perkiraan produksi tandan buah segar yang belum dipanen direvisi lebih tinggi.

Di sisi lain, total liabilitas perusahaan justru turun Rp4.041,28 miliar atau 46,14 persen, dari Rp8.758,59 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp4.717,32 miliar pada September 2026. Penurunan ini terutama berasal dari pinjaman jangka panjang yang berkurang Rp3.950,80 miliar atau 84,76 persen, utang lain-lain yang berkurang Rp170,64 miliar atau 67,77 persen, dan liabilitas jangka panjang ke pihak berelasi yang berkurang Rp92,96 miliar atau 57,04 persen. Ketiganya turun karena alasan yang sama: utang tersebut diselesaikan dengan cara dikonversi menjadi saham baru melalui mekanisme penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu, yaitu penerbitan saham baru langsung kepada kreditur tanpa ditawarkan dulu ke pemegang saham lama.

Dalam laporan yang ditandatangani Corporate Secretary Aditya Indrajati dan disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada 3 November 2026 ini, perusahaan menyatakan perubahan tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usahanya. Laporan keuangan yang menjadi dasar perubahan ini masih berstatus belum diaudit.