PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menggelar public expose insidentil pada Jumat, 18 September 2026, pukul 11.00 WIB melalui Zoom, dihadiri tiga direktur Perseroan yakni Erwan Irawan Noer, Luhur Dino Herlambang, dan Andi Sulistiawan. Sebanyak 13 peserta teregistrasi hadir, terdiri dari pemegang saham, perwakilan institusi seperti Tuntun Sekuritas, PT Indovesta Utama Mandiri, Omaha Investments, dan analis dari sebuah private equity, serta wartawan dari Kontan dan Bisnis Indonesia.

Menjawab pertanyaan soal rencana akuisisi brand, Erwan menyebut Perseroan masih dalam tahap penjajakan dengan beberapa brand potensial, tidak terbatas pada satu nama. Salah satu yang tengah dijajaki adalah Secret Garden, brand yang berada dalam grup kepemilikan yang sama dengan VICI sehingga proses diskusinya dinilai lebih mudah. Manajemen menargetkan penambahan portofolio brand ini rampung pada semester pertama tahun depan, dengan kriteria brand yang bisa mendongkrak margin dan memperluas pasar lewat kombinasi kanal online dan retail. Nilai investasi akuisisi belum diungkapkan dalam sesi ini.

Soal kinerja, VICI mencatat pertumbuhan penjualan lebih dari 10 persen pada semester pertama 2026 dibanding periode sama tahun lalu, namun laba tertekan akibat fluktuasi nilai tukar dan kenaikan harga minyak bumi yang mendorong naiknya biaya bahan baku dan kemasan. Belanja modal tahun ini diperkirakan berkisar Rp20 miliar sampai Rp30 miliar, difokuskan untuk modernisasi peralatan produksi guna meningkatkan efisiensi, bukan untuk ekspansi kapasitas baru. Untuk menjaga penjualan, Perseroan akan memperluas kanal modern outlet, menambah jumlah SKU, dan memperkuat aktivasi di dalam toko. Direksi juga menegaskan tidak dapat mengaitkan rencana akuisisi dengan kenaikan harga saham VICI yang sempat memicu suspensi perdagangan.