PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), induk usaha stasiun televisi antv dan tvOne, menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk semester pertama 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 29 September 2026. Pendapatan usaha perusahaan turun 7,6 persen menjadi Rp441,4 miliar pada Januari-Juni 2026, dari Rp477,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski beban usaha ikut turun menjadi Rp458,8 miliar dari Rp494,7 miliar, penurunan pendapatan yang lebih dalam membuat rugi usaha melebar tipis menjadi Rp17,4 miliar dari Rp16,7 miliar.

Laba bersih VIVA pada semester ini tercatat Rp60 miliar, jauh lebih kecil dibanding Rp1,19 triliun pada semester I 2025. Selisih besar ini terjadi karena tahun lalu perusahaan membukukan untung Rp1,27 triliun dari implementasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang atau PKPU, yaitu proses perdamaian utang lewat pengadilan yang membebaskan sebagian kewajiban VIVA kepada krediturnya. Pos keuntungan besar itu tidak berulang pada laporan tahun ini.

Laba bersih semester ini justru ditopang oleh untung pelepasan sebagian saham anak usaha senilai Rp158,3 miliar. Di sisi lain, rugi selisih kurs, yaitu kerugian pembukuan akibat pelemahan rupiah terhadap utang berdenominasi valuta asing, melonjak menjadi Rp50 miliar dari Rp17 miliar pada semester I 2025, sementara beban bunga dan keuangan turun menjadi Rp8,4 miliar dari Rp11,4 miliar. Laba per saham dasar tercatat Rp3.983, jauh di bawah Rp72.460 pada semester I 2025 versi yang telah disajikan kembali oleh manajemen.

Dari sisi neraca, total aset VIVA per 30 Juni 2026 tercatat Rp6,34 triliun, sedikit turun dari Rp6,38 triliun per akhir 2025, sementara total liabilitas turun menjadi Rp5,84 triliun dari Rp6,02 triliun. Total ekuitas naik menjadi Rp496,1 miliar dari Rp361,6 miliar, dan kas serta setara kas naik menjadi Rp17,8 miliar dari Rp10,5 miliar. Kepentingan nonpengendali naik menjadi Rp440,1 miliar dari Rp404,5 miliar, antara lain karena pelepasan saham anak usaha menambah bagian pemegang saham minoritas sebesar Rp41,96 miliar. Saham VIVA saat ini tercatat di papan pemantauan khusus atau watchlist Bursa Efek Indonesia.