PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk (VRNA) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Perusahaan pembiayaan konsumen dan sewa guna usaha ini mencatat laba bersih Rp2,49 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp2,02 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham dasar pun berbalik dari rugi Rp0,36 menjadi laba Rp0,44 per saham.
Perbaikan laba ini terutama ditopang oleh turunnya beban bunga dan pembiayaan dari Rp100,81 miliar menjadi Rp92,40 miliar, serta penurunan pencadangan kerugian penurunan nilai piutang dari Rp96,23 miliar menjadi Rp77,84 miliar. Di sisi lain, total pendapatan perusahaan justru turun dari Rp332,57 miliar menjadi Rp320,90 miliar, dengan pendapatan dari pembiayaan konsumen turun dari Rp226,48 miliar menjadi Rp221,25 miliar, sementara pendapatan dari sewa pembiayaan naik tipis dari Rp52,96 miliar menjadi Rp53,28 miliar. Beban gaji dan tunjangan karyawan justru naik dari Rp94,77 miliar menjadi Rp102,85 miliar.
Dari sisi posisi keuangan, total aset VRNA tercatat Rp3,14 triliun per akhir September 2026, turun dari Rp3,15 triliun pada akhir 2025. Total liabilitas turun dari Rp2,41 triliun menjadi Rp2,39 triliun, sementara total ekuitas naik tipis dari Rp744,01 miliar menjadi Rp747,34 miliar. Komposisi pendanaan juga bergeser: pinjaman dari pihak ketiga turun dari Rp532,28 miliar menjadi Rp365,74 miliar, sementara pinjaman dari pihak berelasi, termasuk dari grup usaha Mizuho, naik dari Rp1,76 triliun menjadi Rp1,90 triliun. Arus kas bersih dari aktivitas operasi anjlok dari Rp168,04 miliar pada sembilan bulan 2025 menjadi hanya Rp32,02 miliar pada sembilan bulan 2026.
