PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) menyampaikan laporan hasil public expose tahunan ke Bursa Efek Indonesia melalui surat No. 047/VFI/CRSC/IX/2026 tertanggal 16 September 2026, ditandatangani Direktur Kaleb Solaiman. Acara ini merujuk pada rencana public expose yang diumumkan lewat surat No. 043/VFI/CRSC/IX/2026 tanggal 3 September 2026, dan dihadiri 42 peserta publik secara daring di luar manajemen dan karyawan perseroan, ditambah 58 wartawan pada sesi konferensi pers terpisah.
Dalam sesi tanya jawab, manajemen mengungkap pendapatan bersih semester I 2026 sebesar Rp105,8 miliar, naik tipis dari Rp104,0 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, setara pertumbuhan 1,77 persen. Segmen B2B Financial Services menyumbang Rp60,9 miliar, tumbuh 8,12 persen, didorong peluncuran produk baru Payroll Advance Service. Namun Direktur Kaleb Solaiman mengakui laba bersih perseroan justru turun pada semester ini, yang menurutnya dipicu pelemahan ekonomi global, dampak demonstrasi di dalam negeri, inflasi, serta kenaikan biaya operasional akibat penambahan karyawan. Untuk kuartal III 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan sebesar 5 sampai 8 persen, sementara target laba bersih sepanjang 2026 hanya dipatok naik sekitar 2 persen dibanding tahun lalu, dengan menjaga rasio kredit macet di bawah 5 persen sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
Direktur Tri Ismardiko Widyawan menyatakan perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi ekuitas seperti rights issue, private placement, maupun pembelian kembali saham, dan juga belum berencana membagikan dividen dalam waktu dekat. Prioritas perseroan saat ini adalah memperkuat struktur permodalan dan modal kerja, memperluas ekosistem bisnis B2B dan B2B2E, serta investasi infrastruktur teknologi seperti Venteny Management System, Loan Origination System, dan pengembangan fitur baru di Venteny Super App. Manajemen juga mengungkap lebih dari 490 perusahaan telah menggunakan layanan Venteny SuperApp, dengan segmen utama korporasi dan usaha mikro kecil menengah, dan tengah mengintegrasikan Payroll Advance Service ke dalam ekosistem tersebut.
