PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) melaporkan kepada Bursa Efek Indonesia bahwa perolehan kontrak baru per Agustus 2026 mencapai Rp775 miliar, naik 568 persen dibanding periode sama tahun lalu yang senilai Rp116 miliar. Rohandi, Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko WEGE, menyebut komposisi pemberi kerja proyek baru itu didominasi pemerintah sebesar 83 persen dan BUMN 17 persen. Dari sisi jenis proyek, 63 persen berasal dari segmen fasilitas publik dan 37 persen dari pengembangan residensial.

Proyek-proyek yang diraih perseroan meliputi Hunian Sementara (Huntara) Aceh Tamiang, Hunian ASN Aceh, proyek pascadarurat di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, BRT Sumut (Mebidang), Sekolah Garuda Kalimantan Utara (kerja sama operasi), Office Keet SR Aceh, RSUD Rupit (kerja sama operasi), Modular Internal Huntara Aceh, RDBI Sumatera Utara, Huntara Tegal, Hunian Puskesmas Lokop Aceh, Huntara Tamiang 4 Danantara, pembangunan Poliklinik Temanggung, dan rumah sakit di Kalimantan Selatan.

Perseroan turut memaparkan kondisi keuangannya. Rasio utang terhadap ekuitas per Juni 2026 tercatat 0,98 kali, dengan rasio utang berbunga hanya 0,07 kali dan tanpa utang obligasi maupun sukuk. Di sisi lain, perseroan mengakui adanya tekanan terhadap pendapatan dalam beberapa periode terakhir dan tengah menyiapkan rencana divestasi sejumlah aset bernilai lebih dari Rp1 triliun, antara lain Fave Hotel Karawang, Menara MTH lantai 10 dan 15, de Braga Bandung, Graha Mantap, serta beberapa bidang tanah di Lombok dan Samarinda.