PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) menyampaikan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia bahwa manajemen berencana menerbitkan surat utang, instrumen pinjaman langsung dari investor yang mirip obligasi korporasi, dengan nilai pokok maksimal Rp20 miliar. Direktur Utama Hendy Rusli menyebut rencana ini sebagai bagian dari strategi mencari sumber pendanaan alternatif di luar fasilitas perbankan, sekaligus menambah fleksibilitas pendanaan untuk kebutuhan modal kerja perusahaan.

Dana hasil penerbitan surat utang akan dipakai sebagai modal kerja pada proyek-proyek WGSH yang ditargetkan menghasilkan imbal hasil investasi minimal 3 persen neto per bulan, dengan tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian, kelayakan proyek, profil risiko, dan kemampuan perusahaan membayar kewajiban surat utang tersebut. Sebagai perlindungan tambahan bagi pemegang surat utang, perusahaan berencana menyediakan jaminan berupa aset milik perusahaan sendiri, meski dokumen belum merinci aset mana yang akan dijaminkan atau berapa tingkat bunga yang ditawarkan kepada investor.

Manajemen WGSH menyatakan rencana ini diharapkan mendukung peningkatan aktivitas operasional, perputaran modal kerja, dan pertumbuhan pendapatan perusahaan, serta akan dijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan dan anggaran dasar perusahaan yang berlaku. Perusahaan menegaskan penerbitan surat utang ini tidak diperkirakan berdampak negatif material terhadap kelangsungan usaha, dan akan memantau secara berkala penggunaan dana, kinerja proyek, arus kas, serta kemampuan pembayaran kewajiban surat utang untuk memitigasi risiko keuangan.