PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyampaikan keterbukaan informasi terkait rencana penggabungan saham (reverse stock) dengan rasio 2:54. Berdasarkan dokumen resmi ke Bursa Efek Indonesia, nilai nominal saham akan berubah dari Rp19.283 menjadi Rp12.983 per saham. Dokumen tersebut juga mencatat jumlah saham sebelum aksi korporasi ini sebanyak 238 lembar dan menjadi 192.387 lembar setelah pelaksanaan, sesuai angka yang tercantum dalam laporan resmi perseroan.

Selain saham, perseroan juga memiliki instrumen ekuitas lain berupa Waran Seri 1 yang beredar sebanyak 3.123 unit, yang berpotensi ikut terpengaruh oleh perubahan struktur saham ini. Bursa Efek Indonesia telah memberikan persetujuan prinsip atas rencana ini pada 22 Agustus 2026, hari yang sama dengan pengumuman, sementara RUPS untuk mengesahkan aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung sehari kemudian, yakni 23 Agustus 2026. Dokumen juga menyebutkan telah ada laporan penilai independen dari kantor jasa penilai publik yang menilai aksi ini per 22 Agustus 2026, meski rincian identitas penilai tidak diuraikan secara spesifik dalam materi yang dipublikasikan.