PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) melaporkan penjualan bersih Rp6,86 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, naik 8,3 persen dari Rp6,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor naik menjadi Rp3,28 triliun dan laba usaha melonjak 25,2 persen menjadi Rp798,2 miliar. Laba periode berjalan tercatat Rp612,4 miliar, naik 28,5 persen dari Rp476,7 miliar, sementara laba per saham dasar naik dari Rp28,03 menjadi Rp35,23 per saham.

Di sisi neraca, kas dan setara kas ACES turun tajam dari Rp2,31 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp625,8 miliar pada akhir September 2026. Sebagian dana itu dipindahkan menjadi investasi jangka pendek senilai Rp713,2 miliar yang sebelumnya tidak ada, sehingga kas ditambah investasi jangka pendek sebenarnya hanya turun menjadi Rp1,34 triliun. Total liabilitas perusahaan berkurang 9,3 persen menjadi Rp1,75 triliun, sementara total ekuitas naik tipis 1,1 persen menjadi Rp6,67 triliun, setelah perusahaan membayar dividen tunai Rp548 miliar pada periode ini, lebih rendah dibanding Rp579,9 miliar yang dibagikan pada periode sama tahun sebelumnya.

Yang mencolok ada di laporan arus kas. Arus kas bersih dari aktivitas operasi anjlok 81,3 persen menjadi hanya Rp186,7 miliar dari Rp997 miliar pada periode sama tahun lalu. Penyebabnya, pembayaran kepada pemasok dan pihak lain melonjak dari Rp4,6 triliun menjadi Rp6,27 triliun, jauh lebih besar kenaikannya dibanding penerimaan dari pelanggan yang hanya naik dari Rp7,25 triliun menjadi Rp8,09 triliun. Pada aktivitas investasi, perusahaan menempatkan dana bersih Rp713,2 miliar ke investasi jangka pendek dan membelanjakan Rp144,8 miliar untuk aset tetap, sementara pada aktivitas pendanaan perusahaan membayar dividen tunai Rp548 miliar dan liabilitas sewa Rp478,3 miliar.

Hingga akhir September 2026, ACES mengoperasikan 281 gerai ritel yang tersebar di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Perusahaan yang merupakan bagian dari Kawan Lama Group ini memegang 60 persen saham PT Toys Games Indonesia dan 99,99 persen saham PT Krisna Aspirasi Sejahtera, serta 30 persen di PT Omni Digitama Internusa sebagai entitas asosiasi.