PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI), emiten ritel perlengkapan rumah tangga dengan kode saham ACES, menyampaikan materi public expose tahunan melalui surat bernomor 045/IR-FIN/AHI/9/26 yang ditandatangani Billy Utama Suria selaku Head of Corporate Secretary & Investor Relation. Materi ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman rencana public expose yang sebelumnya disampaikan pada 27 Agustus 2026, dan memuat pembaruan kinerja perusahaan hingga semester I 2026 beserta target tahun berjalan.
Penjualan AHI pada semester I 2026 tercatat Rp4,54 triliun, tumbuh 6,3 persen dibanding periode sama tahun lalu yang senilai Rp4,27 triliun. Laba kotor naik 6,4 persen menjadi Rp2,15 triliun dengan marjin 47 persen. Laba usaha atau EBIT melonjak 32,3 persen menjadi Rp510 miliar, sementara laba bersih yang menjadi hak pemegang saham naik 33,3 persen menjadi Rp390 miliar, dengan marjin laba bersih 8,6 persen, ROA 8,8 persen, dan ROE 12,0 persen. Perusahaan mencatat bahwa di luar keuntungan selisih kurs, laba usaha inti tetap tumbuh 7 persen secara tahunan. Posisi kas dan setara kas per Juni 2026, termasuk investasi jangka pendek, sebesar Rp2,02 triliun dengan siklus konversi kas 242 hari, turun dari 251 hari di akhir 2025, dan perusahaan menyatakan berada dalam posisi kas bersih.
Per Juni 2026, AHI mengoperasikan 274 gerai AZKO, 79 gerai Toys Kingdom, dan 20 gerai NEKA dengan total luas 662 ribu meter persegi di lebih dari 95 kota. Sepanjang semester I 2026, perusahaan membuka 10 gerai AZKO baru di Berau, TSM Bandung, Pekalongan, Semarang, Meruya Jakarta Barat, Bandung, Kuningan, Pasuruan, Timika, dan Pondok Indah, serta 10 gerai NEKA baru di Lampung Bandar Jaya, Lampung Ratu Dibalau, Lampung Urip, Metro Lampung, M. Isa Palembang, Leuwiliang Bogor, Cisoka Tigarasa, Kaliurang Jogja, Cilendek Bogor, dan Otista Subang. Kontribusi penjualan online AZKO naik dari 10 persen pada 2023 menjadi 12 persen pada 2025. Untuk 2026, manajemen memandu pertumbuhan same store sales 2 sampai 4 persen, pertumbuhan penjualan bersih 6 sampai 8 persen, rasio pembagian dividen minimal 50 persen dari laba, belanja modal Rp400 miliar sampai Rp450 miliar, serta penambahan 25 sampai 30 gerai AZKO dan 40 sampai 50 gerai NEKA baru.
