PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Perusahaan pembiayaan ini mencatat rugi bersih Rp1,68 miliar, berbalik dari untung Rp7,23 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Rugi per saham tercatat minus Rp0,50, dibandingkan untung Rp2,16 per saham setahun sebelumnya. Penyebabnya, total pendapatan perusahaan turun hampir separuh, dari Rp19,89 miliar menjadi Rp9,83 miliar, dengan penurunan paling dalam terjadi pada pendapatan dari pembiayaan musyarakah mutanaqishah, ijarah, dan pembiayaan konsumen.
Dari sisi posisi keuangan, total aset menyusut dari Rp228,88 miliar menjadi Rp223,47 miliar. Kas dan setara kas justru naik dari Rp73,08 miliar menjadi Rp91,37 miliar, sementara total liabilitas anjlok 51,91 persen, dari Rp7,18 miliar menjadi Rp3,46 miliar. Ekuitas turun tipis dari Rp221,7 miliar menjadi Rp220,02 miliar, seiring defisit saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya melebar dari Rp154,34 miliar menjadi Rp156,02 miliar akibat rugi periode berjalan.
Dalam surat terpisah bertanggal 29 Oktober 2026 kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen menjelaskan penurunan liabilitas lebih dari 20 persen itu. Penurunan sebesar Rp3,73 miliar tersebut sebagian besar berasal dari pengembalian kelebihan dana hasil lelang agunan milik seorang debitur bernama Mohammad Aminuddin Dahlan, senilai Rp3,94 miliar. Surat penjelasan maupun laporan keuangan ditandatangani oleh Direktur Utama Ferianto Ferry Junarso dan Direktur Nuryatun.
