PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memaparkan kinerja dan strategi perseroan dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia, Rabu (9/9). Dari sisi operasional, hingga Agustus 2026 ADHI mengerjakan 117 proyek aktif yang tersebar di sektor infrastruktur, gedung, perkeretaapian, energi, dan industrial. Perolehan kontrak baru tercatat Rp8,3 triliun hingga Juli 2026, naik 118,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,8 triliun.

Dari sisi keuangan, pendapatan ADHI hingga Semester I 2026 tercatat Rp3,11 triliun, namun manajemen sendiri menyebut angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, perseroan tetap membukukan laba bersih Rp8,49 miliar, naik 12,6 persen, dan EBITDA Rp551,64 miliar, naik 28,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Manajemen menyatakan tengah menjalankan tiga langkah penyehatan utama, yaitu transformasi bisnis, inorganic initiatives dan pendampingan pemegang saham, serta restrukturisasi keuangan. Langkah itu mencakup penataan portofolio dan aset, optimalisasi pelaksanaan proyek dan monitoring kas, serta penyesuaian struktur pendanaan. Corporate Secretary ADHI, Siswanto, mengatakan perseroan masih menghadapi tantangan yang perlu diselesaikan namun terus menjalankan perbaikan secara terukur untuk memperkuat fundamental dan menjaga keberlangsungan usaha.