PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menyampaikan tanggapan resmi atas surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia Nomor S-10979/BEI.PP1/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026, menyusul keterbukaan informasi rencana pengambilalihan perusahaan oleh Suprajitno Sutomo yang diumumkan 21 Juli 2026. Direktur Utama Indra Widyadharma menyatakan Suprajitno saat ini masih menjalani proses uji tuntas, dan perusahaan tidak mengetahui target waktu penyelesaian rencana pengambilalihan tersebut karena bergantung pada hasil uji tuntas dan negosiasi dengan pemegang saham penjual. Perusahaan juga mengaku tidak mengetahui perkembangan rencana pembelian tambahan sekurang-kurangnya 60 juta saham dari pemegang saham lain yang sebelumnya disebut dalam rencana transaksi.

Soal kinerja keuangan, AGAR menjelaskan penjualan per 30 Juni 2026 naik 59,5 persen secara tahunan, didorong kenaikan pesanan pelanggan seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku rumput laut di pasar global. Laba bersih tercatat Rp1,02 miliar, berbalik dari rugi Rp4,07 miliar pada periode yang sama tahun lalu, yang menurut perusahaan ditopang oleh kenaikan pendapatan serta upaya efisiensi biaya dan perluasan jaringan pelanggan.

Bursa juga menyoroti konsentrasi penjualan AGAR kepada Greenwich Technology Development Ltd, yang mencapai Rp107,73 miliar atau 75,9 persen dari total penjualan per 30 Juni 2026, dengan piutang dari pelanggan yang sama sebesar Rp34,30 miliar. Perusahaan menyebut hubungan usaha itu masih berjalan dan pembayaran sesuai kesepakatan, serta mengklaim terus memantau kolektibilitas piutangnya. Di sisi lain, arus kas dari kegiatan operasi turun 57,3 persen, dari Rp27,26 miliar menjadi Rp11,65 miliar, akibat pembayaran ke pemasok yang naik dari Rp61,86 miliar menjadi Rp114,63 miliar. AGAR berjanji memperbaiki siklus konversi kas lewat percepatan penagihan piutang dan pengelolaan termin pembayaran. Perusahaan menegaskan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan akan menyampaikan keterbukaan informasi lanjutan jika ada perkembangan berarti dari rencana pengambilalihan.