PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, yang telah ditelaah secara terbatas oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang, dan Rekan dengan partner penanggung jawab Sutomo. Auditor menyatakan tidak menemukan hal yang membuat informasi keuangan konsolidasian interim ini tidak disajikan secara wajar. Total aset perusahaan tercatat US$964,33 juta per 30 Juni 2026, naik dari US$740,64 juta pada akhir Desember 2025, atau tumbuh sekitar 30 persen dalam enam bulan.

Dokumen ini juga merinci lima anak usaha EMAS, seluruhnya berbasis di Gorontalo. Yang terbesar adalah PT Pani Bersama Tambang, bergerak di industri pembuatan logam dasar mulia, yang baru mulai beroperasi komersial pada 2026 dengan aset US$618,94 juta dan kepemilikan EMAS 99,99 persen. Dua anak usaha lain sudah beroperasi lebih dulu, yaitu PT Merdeka Mining Indonesia sejak 2023 (aset US$96,32 juta, kepemilikan 99,99 persen) dan PT Mentari Alam Persada sejak 2025 (aset US$27,36 juta, kepemilikan 99,99 persen). Sementara PT Gorontalo Sejahtera Mining (aset US$290,61 juta, kepemilikan 99,99 persen) dan PT Pani Industri Jaya (aset US$145.640, kepemilikan 99,96 persen) belum beroperasi, menandakan masih ada kapasitas produksi tambahan yang akan menyusul.

Di sisi neraca, kas dan setara kas naik dari US$45,31 juta menjadi US$62,14 juta, sementara persediaan melonjak dari US$10,52 juta menjadi US$55,78 juta. Aset tetap tumbuh 47 persen dari US$317,19 juta menjadi US$465,47 juta, sedangkan properti pertambangan relatif stabil di kisaran US$301,28 juta. Di sisi liabilitas, utang bank jangka pendek muncul dari nol menjadi US$149,01 juta, dan beban akrual jangka pendek melonjak lebih dari tiga kali lipat dari US$32,59 juta menjadi US$110,07 juta. Utang usaha kepada pihak ketiga relatif stabil di US$19,33 juta.