PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) menggelar public expose insidentil pada Jumat, 18 September 2026, pukul 11.00 WIB di Apartemen Grand Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama Irwan Suryadi, Direktur Heni Supartini, dan Komisaris Independen Wilhelmina, serta 10 peserta dari luar manajemen dan karyawan perseroan, terdiri atas sembilan orang masyarakat dan satu wartawan. Dalam paparannya, Irwan Suryadi menjelaskan latar belakang suspensi saham oleh Bursa, visi dan misi perusahaan, profil dan struktur perseroan, komposisi pemegang saham, serta kinerja perusahaan hingga kuartal II 2026.
Dalam sesi tanya jawab, peserta bernama Wendi menanyakan apakah ada pemegang saham yang mengeluhkan suspensi yang telah berlangsung sejak April 2026, serta sejauh mana komunikasi perseroan dengan Bursa soal lama suspensi ini akan dikenakan. Irwan Suryadi menjawab bahwa hingga saat ini belum ada keluhan yang diterima perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari pemegang saham. Ia menambahkan bahwa perseroan terus berkomunikasi dengan Bursa, dan public expose insidentil ini merupakan salah satu langkah yang diminta Bursa sebagai bagian dari proses menuju pencabutan suspensi.
Peserta lain, Diah Vita, mempertanyakan langkah perseroan agar laporan keuangan tahun ini tidak kembali mendapat opini disclaimer dari auditor, setelah opini itu diterima dua tahun berturut-turut dan menjadi penyebab suspensi saham. Manajemen menjawab bahwa perseroan telah mempercepat proses audit sebagai antisipasi. Laporan keuangan per 30 Juni 2026 yang sebelumnya telah dipaparkan kini telah diaudit dan mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), naik dari opini disclaimer sebelumnya. Perseroan menyatakan optimistis laporan keuangan akhir tahun 2026 tidak akan lagi mendapat opini disclaimer, meski belum tentu mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian. Soal kepastian tanggal pencabutan suspensi, manajemen menyebut komunikasi terakhir dengan Bursa hanya meminta perseroan menggelar public expose insidentil ini, dan perseroan berharap suspensi dapat dibuka setelah acara ini dilaksanakan.
Suspensi saham AKKU sendiri telah berlangsung sejak April 2026 dan sampai laporan ini terbit belum ada kepastian tanggal pencabutannya dari Bursa.
