PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) mengoreksi surat sebelumnya (No. 006/AKKU-PUBEX/IX/2026 tanggal 15 September 2026) dan menyampaikan materi lengkap untuk Public Expose Insidentil yang dijadwalkan 18 September 2026. Surat ditandatangani Corporate Secretary Irwan Suryadi, yang juga menjabat Presiden Direktur perseroan. Materi tersebut menjelaskan bahwa saham AKKU disuspensi sejak 1 April 2026 melalui pengumuman Bursa Efek Indonesia No. Peng-SPT-00002/BEI.PP1/04-2026, akibat perseroan dua kali berturut-turut menerima opini Tidak Menyatakan Pendapat (disclaimer) dari auditor atas laporan keuangan tahun buku 2024 dan 2025.

Untuk laporan keuangan 2025, auditor dari Kantor Akuntan Publik Ruslim & Ruslim menyatakan tidak mendapat cukup bukti atas hampir seluruh pos utama, mulai dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, persediaan, uang muka, aset tetap, aset lain-lain, utang usaha, utang lain-lain, biaya yang masih harus dibayar, utang bank, beban usaha, hingga pendapatan dan beban lain-lain. Untuk periode enam bulan hingga 30 Juni 2026, auditor baru, Kantor Akuntan Publik Irfan Waluyo & Rekan, menaikkan opini menjadi Wajar Dengan Pengecualian. Pengecualian itu kini hanya menyangkut dua pos, yaitu piutang non-usaha dan uang muka, dan menurut auditor tidak memengaruhi keandalan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp2,55 miliar karena rugi tersebut berasal dari kegiatan operasional, bukan dari dua pos yang dikecualikan.

Secara angka, pendapatan jasa manajemen AKKU naik dari Rp3,57 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp3,76 miliar pada semester I 2026. Namun rugi periode berjalan melonjak dari Rp707 juta menjadi Rp2,55 miliar, terutama akibat beban dan pendapatan lain-lain yang berbalik dari minus Rp78 juta menjadi minus Rp2,27 miliar. Total aset perseroan turun tipis dari Rp695,1 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp694,63 miliar per 30 Juni 2026, sementara jumlah ekuitas turun dari Rp393,84 miliar menjadi Rp390,47 miliar dan liabilitas naik dari Rp301,26 miliar menjadi Rp304,16 miliar.

Materi itu juga memuat komposisi pemegang saham dari total 6.449.463.636 saham beredar: PT Renaldijaya Ekainti memegang 1.036.756.100 saham, PT Bintang Bersinar Cemerlang 721.187.100 saham, PT Gema Busana Raya 394.611.900 saham, PT Korek Api Guna Mandiri 358.795.300 saham, dan masyarakat 3.938.113.236 saham. Susunan pengurus saat ini terdiri dari Dharmithea Kiemas Hamidy sebagai Presiden Komisaris, Wilhelmina sebagai Komisaris Independen, Irwan Suryadi sebagai Presiden Direktur, dan Heni Supartini sebagai Direktur. Agenda paparan publik 18 September 2026 meliputi sekilas perseroan, informasi keuangan, penjelasan atas opini audit, dan sesi tanya jawab.