Presiden Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terhadap potensi krisis ekonomi dunia yang diperkirakan berlangsung dalam jangka panjang. Salah satunya dengan mengirim tim untuk menjajaki formula kerja sama ekonomi dengan beberapa negara, termasuk China dan Mesir.

Penjajakan ini disebut mencakup potensi perdagangan, investasi, hingga skema ketahanan pangan dan energi, mengingat ketegangan geopolitik global berisiko mengganggu rantai pasok internasional.

Langkah diplomasi ekonomi semacam ini dinilai penting sebagai jaring pengaman, terutama bagi negara yang masih bergantung pada impor sejumlah komoditas strategis dan membutuhkan pasar ekspor yang stabil.