PT ANTAM (Persero) Tbk menyampaikan materi public expose tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat nomor 5199/692/DCS/2026 tertanggal 7 September 2026, merujuk pada rencana penyelenggaraan public expose yang sudah diumumkan lewat surat 26 Agustus 2026. Surat ditandatangani Corporate Secretary Division Head ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, dengan lampiran presentasi investor kinerja semester I 2026 (1H26).

Dari materi tersebut, kapitalisasi pasar ANTM per 31 Agustus 2026 tercatat Rp75,9 triliun, dengan 65 persen saham dimiliki holding pertambangan negara MIND ID lewat PT Danantara Asset Management dan 35 persen sisanya dipegang publik. Laba per saham berjalan year to date hingga Juni 2026 mencapai Rp266. Tingkat pengembalian modal pemegang saham atau ROE dua belas bulan terakhir naik dari 12 persen pada 2024 menjadi 23 persen pada semester I 2026, sementara tingkat pengembalian aset atau ROA naik dari 9 persen menjadi 16 persen pada periode yang sama. Rasio utang berbunga terhadap EBITDA dua belas bulan terakhir tercatat hanya 0,21 kali pada semester I 2026, turun dari 0,70 kali pada kuartal I 2026.

Berdasarkan hasil RUPST 2025 yang digelar 10 Juni 2026, ANTAM membagikan dividen Rp5,0 triliun. Kontribusi perusahaan ke negara pada semester I 2026 tercatat lewat penerimaan negara bukan pajak dan bea sebesar Rp0,77 triliun, pajak pusat Rp1,1 triliun, serta pajak daerah dan retribusi daerah Rp5,3 miliar. Dari sisi peringkat kredit, Pefindo memberi ANTAM peringkat idAA dengan prospek stabil per Maret 2026, sedangkan Moody's memberi peringkat Baa2 dengan prospek negatif per Februari 2026. Materi presentasi juga menyebut sejumlah proyek hilirisasi yang masih berjalan, di antaranya proyek hilirisasi nikel bersama konsorsium Zhejiang Huayou Cobalt yang berstatus studi kelayakan, serta perluasan pabrik pengolahan emas di Pulogadung dan Gresik yang berstatus prakonstruksi.