Rukun Raharja Tbk (RAJA) menyampaikan materi public expose tahunan yang akan digelar 10 September 2026, merujuk pada pengumuman rencana acara tersebut yang dikirim 27 Agustus 2026. Surat pengantar ditandatangani Corporate Secretary Yuni Pattinasarani. Materi setebal presentasi investor ini memuat kinerja keuangan semester I 2026 serta daftar rencana proyek ke depan.

Pada semester I 2026, RAJA membukukan pendapatan US$131,2 juta, naik 2,8 persen dari US$127,6 juta pada periode sama tahun lalu. EBITDA melonjak 46,5 persen menjadi US$57,3 juta dari US$39,1 juta, sementara laba bersih melompat 88,0 persen menjadi US$28,9 juta dari US$15,3 juta. Kenaikan ini didorong oleh proyek kompresor gas di Sengkang yang mulai beroperasi komersial sejak Desember 2025, kenaikan pendapatan investasi di Blok Cepu seiring harga minyak naik ke US$117,0 per barel dari US$74,2 per barel, kontribusi pendapatan investasi dari Grup Hafar, serta keuntungan dari akuisisi participating interest di Blok Madura.

Dari sisi neraca, rasio utang berbunga terhadap ekuitas turun menjadi 1,34 kali pada semester I 2026 dari 1,55 kali pada 2024 dan 1,44 kali pada 2025, sementara rasio lancar naik ke 2,59 kali dari 1,92 kali pada 2025. Perusahaan merencanakan dividen tahun 2026 senilai Rp65 per saham, setelah pada Januari 2026 membagikan dividen interim Rp105,67 miliar atau Rp25 per saham disertai buyback saham hingga Rp250 miliar untuk periode 28 Januari sampai 28 April 2026, lalu menetapkan dividen final Rp40 per saham pada Mei 2026.

Dalam daftar rencana proyek, RAJA memaparkan lima inisiatif: akuisisi 5 persen saham PT Layar Nusantara Gas dari Genting LNG Pte Ltd melalui anak usaha PT Raharja Gas Kasuri untuk fasilitas floating LNG berkapasitas 1,2 juta ton per tahun yang aktanya sudah diteken September 2026; finalisasi akuisisi perusahaan pelayaran dengan aset 1 unit LNG Carrier dan 1 unit Very Large Gas Carrier; pembangunan pipa bahan bakar minyak di Kalimantan Timur yang direncanakan mulai kuartal III 2026; finalisasi kajian proyek LNG plant di Kalimantan menuju keputusan investasi final; dan kajian kelayakan pabrik biogas berbasis limbah peternakan bersama mitra Jepang.