PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum saham (IPO) untuk periode pelaporan per 30 Juni 2026, mengacu pada rencana yang tertulis di prospektus. IPO ARKO efektif pada 19 September 2026 dengan total dana yang terhimpun Rp1.000.000. Setelah dipotong biaya penawaran umum sebesar Rp125.000, yang terdiri dari biaya jasa penjaminan emisi (underwriting fee) Rp100.000 dan biaya pendaftaran Rp25.000, dana bersih yang diterima ARKO tercatat Rp875.000.

Dari dana bersih tersebut, prospektus mengalokasikan Rp375.000 (42,86 persen) untuk pembangunan kantor dan Rp500.000 (57,14 persen) untuk pembelian sepeda motor. Sampai akhir Juni 2026, ARKO baru merealisasikan penuh penggunaan dana untuk pembangunan kantor, yang dicatat sebagai aset tetap. Sementara itu, pos pembelian motor belum terealisasi sama sekali sehingga seluruh Rp500.000 masih mengendap. Target waktu penyelesaian kedua pos itu sama-sama tercatat pada 26 September 2026.

Sisa dana yang belum digunakan, Rp500.000, ditempatkan dalam bentuk deposito dengan keterangan "Deposito Hasan", memberikan tingkat bunga 5 persen untuk jangka waktu 10 bulan, dan pihak penyimpan berstatus pihak ketiga tanpa hubungan afiliasi dengan ARKO. Dokumen ini ditandatangani atas nama Hasan Emiten dan menyatakan bahwa laporan ini bukan laporan penggunaan dana yang terakhir, sehingga ARKO masih wajib menyampaikan realisasi lanjutan pada periode berikutnya.