PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham pada 26 September 2026 yang menyetujui penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau HMETD, yaitu mekanisme yang memberi pemegang saham lama hak membeli saham baru lebih dulu sebelum ditawarkan ke pihak lain. Perseroan akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 100.000 lembar dengan nilai nominal Rp10 per saham. Rasio HMETD ditetapkan 1:1, artinya setiap satu saham lama berhak atas satu saham baru, dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Penerbitan ini tidak disertai waran dan saham hasil HMETD tidak dapat dikonversi menjadi instrumen lain.
Jadwal pelaksanaannya sudah lengkap. Tanggal efektif jatuh pada 27 September 2026, dan pemegang saham yang berhak menerima HMETD ditentukan lewat Daftar Pemegang Saham per 28 September 2026. Perdagangan saham dengan hak HMETD melekat di pasar reguler dan negosiasi berlangsung hingga 29 September 2026, sebelum masuk masa tanpa hak mulai 30 September 2026, sementara di pasar tunai periode dengan hak berakhir 1 Oktober 2026 dan tanpa hak mulai 2 Oktober 2026. HMETD didistribusikan 3 Oktober 2026 dan saham baru dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 4 Oktober 2026. Periode perdagangan sekaligus pelaksanaan HMETD berlangsung 5 hingga 6 Oktober 2026, dengan batas akhir pembayaran pesanan saham tambahan pada 8 Oktober 2026, penyerahan efek pada 9 Oktober 2026, penjatahan pada 12 Oktober 2026, dan pengembalian kelebihan uang pesanan pada 13 Oktober 2026.
Perseroan menyatakan telah menyiapkan rencana penggunaan dana hasil HMETD serta penjelasan mengenai rasio pelaksanaannya, namun rincian keduanya tidak dimuat dalam dokumen keterbukaan ini. Dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham untuk maksimal 100.000 saham baru, total dana yang berpotensi terkumpul dari aksi ini sekitar Rp10 juta.
