Menteri Perdagangan Budi Santoso bertemu Presiden sekaligus CEO United States-ASEAN Business Council (US-ABC), Brian D. McFeeters, di Jakarta pada 28 Oktober 2026, untuk membahas penguatan kerja sama dagang dan investasi kedua negara. Pertemuan ini penting karena Amerika Serikat selama ini menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia dan penyumbang surplus terbesar bagi neraca perdagangan nasional.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dengan AS sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat US$32,34 miliar, terdiri dari ekspor Indonesia ke AS sebesar US$22,40 miliar dan impor dari AS sebesar US$9,94 miliar. Dari selisih itu, Indonesia mengantongi surplus US$12,47 miliar terhadap AS. Sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara mencapai US$43,87 miliar dengan surplus Indonesia sebesar US$18,02 miliar, dan tren perdagangan tumbuh rata-rata 3,11 persen per tahun dalam periode 2021-2025.

Produk ekspor utama Indonesia ke AS meliputi mesin dan peralatan listrik, barang rajutan, alas kaki, pakaian jadi bukan rajutan, serta lemak dan minyak hewani maupun nabati. Sementara produk yang paling banyak diimpor Indonesia dari AS adalah mesin dan pesawat mekanik, biji-bijian berminyak, mesin dan peralatan listrik, ampas atau sisa industri makanan, serta bahan bakar mineral.

Dalam pertemuan tersebut, US-ABC membawa perwakilan dari sektor teknologi informasi dan komunikasi, jasa konsultasi bisnis, hingga industri penerbangan dan kedirgantaraan, yang menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait perdagangan kedua negara. Kedua pihak juga menyinggung perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) serta peluang kerja sama untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. Dubes McFeeters menyatakan US-ABC berminat mendukung pencapaian target ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang menurutnya belum akan segera berakhir.