Asuransi Bintang Tbk (ASBI) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia menyusul permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi sahamnya melalui surat nomor S-11172/BEI.PP2/09-2026. Dalam surat balasan bernomor 260/SK/PDIR-HW/IX/2026 yang ditandatangani Presiden Direktur Hastanto Sri Margi Widodo, perseroan mengonfirmasi bahwa pada 1 September 2026 volume transaksi saham ASBI melonjak menjadi 3.015.900 saham dengan frekuensi 1.966 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya 1.700 saham dengan frekuensi 12 kali. Harga saham ditutup turun Rp26 atau 6,16 persen, dari Rp422 menjadi Rp396.

Menjawab enam poin pertanyaan standar bursa, ASBI menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam tiga bulan ke depan yang dapat memengaruhi status pencatatan sahamnya di bursa. Perseroan juga menyebut telah mengirim surat konfirmasi kepada pemegang saham mayoritas untuk mengantisipasi kemungkinan transaksi saham oleh mereka, dan berjanji akan menyampaikan hasil konfirmasi itu begitu diterima.

Dua pemegang saham utama telah membalas surat konfirmasi tersebut. PT Warisan Kasih Bunda, melalui Direktur Utama Andree Nugroho Saragih, menyatakan tidak mengetahui informasi atau kejadian yang dapat memengaruhi frekuensi transaksi saham ASBI, dan menegaskan tidak ada rencana, kebijakan, atau transaksi tertentu atas saham perseroan yang sedang atau akan dilakukan. PT Ngrumat Bondo Utomo, melalui Direktur Bani M. Mulia, memberikan jawaban senada, yaitu tidak memiliki informasi material maupun rencana tindakan korporasi yang perlu disampaikan.

Lonjakan transaksi dan penurunan harga ini terjadi persis pada hari yang sama dengan terbitnya kabar dari perseroan mengenai dugaan penggelapan gaji di divisi SDM ASBI yang berujung pada pencopotan direksi lewat RUPSLB, sebagaimana sebelumnya diberitakan media ini pada 1 September 2026.