Bursa Efek Indonesia mengumumkan bahwa mulai 4 November 2026, obligasi berkode ASDF07ACN2 milik PT Astra Sedaya Finance tidak lagi tercatat dan tidak dapat diperdagangkan di bursa. Obligasi ini adalah Seri A dari Obligasi Berkelanjutan VII Astra Sedaya Finance Tahap II Tahun 2025, dengan nilai pokok Rp300 miliar. Surat utang ini diterbitkan pada 24 Oktober 2025 dengan bunga tetap 5,40 persen per tahun dan jangka waktu 370 hari kalender, sehingga pembayaran bunga terakhir sekaligus pelunasan seluruh pokok utang jatuh pada 4 November 2026, tepat sesuai jadwal yang sudah ditetapkan sejak penerbitan.

Seri A ini merupakan satu dari tiga seri di Tahap II yang total nilainya Rp2 triliun. Dua seri lain masih tercatat dan belum jatuh tempo, yaitu Seri B senilai Rp1,1 triliun dengan bunga 5,65 persen per tahun yang baru jatuh tempo 24 Oktober 2028, dan Seri C senilai Rp600 miliar dengan bunga 5,90 persen per tahun yang jatuh tempo 24 Oktober 2030. Tahap II sendiri adalah bagian dari program Obligasi Berkelanjutan VII dengan target total penghimpunan dana Rp12 triliun, setelah Tahap I senilai Rp1 triliun diterbitkan lebih dulu. Obligasi ini mendapat peringkat idAAA dari Pefindo, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.