PT Asia Pramulia Tbk (ASPR), emiten industri kemasan plastik, melaporkan kenaikan total liabilitas sebesar 21,69% dalam laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 dibandingkan posisi akhir 2025. Berdasarkan surat resmi bernomor 06.770/AP-ACC/VII/2026 yang disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia, total liabilitas perseroan naik dari Rp150.522.192.004 pada 31 Desember 2025 menjadi Rp183.166.294.551 pada 30 Juni 2026, bertambah Rp32.644.102.547 dalam enam bulan.

Perseroan menjelaskan dua penyebab utama kenaikan liabilitas tersebut. Pertama, penambahan pos utang bank akibat pemakaian fasilitas pinjaman rekening koran, yaitu fasilitas kredit jangka pendek yang bisa ditarik dan dilunasi berulang, untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari. Kedua, kenaikan pos utang usaha seiring meningkatnya pembelian bahan atau barang oleh perseroan sepanjang tahun berjalan. Penjelasan ini wajib disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E, yang mengharuskan emiten memberi penjelasan tertulis setiap kali pos total aset atau total liabilitas berubah lebih dari 20% dibanding laporan keuangan sebelumnya.

Surat penjelasan ini ditandatangani Direktur Arif dan disampaikan pada 21 Agustus 2026, dengan tanggal kejadian yang tercatat 30 Juli 2026. Dokumen elektronik yang sama juga mencantumkan nama Direktur Utama Ricky Winoto pada bagian penutup surat.