Bursa Efek Indonesia membuka kembali suspensi perdagangan saham Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) per 19 Agustus 2026. Dalam keterbukaan informasi yang ditandatangani Direktur Utama Handaja Susanto, perseroan menyampaikan alasan pembukaan suspensi tersebut adalah perbaikan kinerja semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, serta rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I yang disebut akan memperbaiki struktur neraca perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 yang belum diaudit, penjualan bersih BAJA tercatat Rp634,54 miliar, naik 85,8 persen dari Rp341,63 miliar pada semester I 2025. Laba kotor melonjak dari Rp8,98 miliar menjadi Rp50,47 miliar, sehingga margin laba kotor naik dari sekitar 2,6 persen menjadi 8,0 persen. Perusahaan yang tahun lalu merugi usaha Rp5,01 miliar kini membukukan laba usaha Rp40,89 miliar, dan laba bersihnya menjadi Rp21,33 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp16,53 miliar pada semester I 2025.

Di sisi neraca, ekuitas perseroan naik 100,6 persen menjadi Rp42,68 miliar per 30 Juni 2026 dari Rp21,28 miliar pada akhir 2025, terutama karena laba komprehensif periode berjalan sekitar Rp21,40 miliar. Total aset naik dari Rp684,67 miliar menjadi Rp769,45 miliar, kas dan bank naik dari Rp11,35 miliar menjadi Rp24,21 miliar, dan aset lancar naik dari Rp538,83 miliar menjadi Rp620,17 miliar. Defisit modal kerja perseroan juga mengecil, dari sekitar Rp116,24 miliar pada akhir 2025 menjadi sekitar Rp98,22 miliar per 30 Juni 2026.

Perseroan menyebut rencana PMHMETD masih dalam proses memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan, dan dananya diarahkan antara lain untuk menata kewajiban kepada pihak berelasi yang per 30 Juni 2026 tercatat sekitar Rp348,86 miliar dan diklasifikasikan sebagai kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun.