BALI: Harga Saham Melonjak 24,8%, Tanpa Faktor Fundamental Baru
Saham BALI ditutup naik 24,8% ke Rp1.660 pada 5 Oktober dengan volume tipis. BEI minta penjelasan, dan pemegang saham pengendali disebut sudah menambah kepemilikan sejak September.
8 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia setelah sahamnya mengalami lonjakan harga dan aktivitas transaksi yang tidak biasa. Pada penutupan 5 Oktober 2026, harga saham BALI naik Rp330 atau 24,8 persen, dari Rp1.330 menjadi Rp1.660. Volume transaksi pada hari itu juga naik menjadi 27.400 saham dengan 51 kali transaksi, dibandingkan 10.700 saham dengan 43 kali transaksi pada hari bursa sebelumnya. Bursa meminta penjelasan ini melalui surat nomor S-12731/BEI.PP2/10-2026 tertanggal 6 Oktober 2026.
Dalam jawabannya, Corporate Secretary BALI, Lily Hidayat, menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik maupun ke Bursa yang dapat menjelaskan lonjakan harga tersebut. Perseroan juga mengonfirmasi aktivitas pemegang saham pengendali, PT Kharisma Cipta Towerindo (KCT), yang sebelumnya telah membeli saham BALI dalam dua transaksi: pada 7 September 2026 sebanyak 4.900.000 saham dengan harga Rp1.420 per saham, yang menaikkan kepemilikan KCT dari 59,70 persen menjadi 59,82 persen, dan pada 25 September 2026 sebanyak 5.100.000 saham pada harga yang sama, menaikkan kepemilikan KCT menjadi 59,95 persen. Kedua transaksi itu disebut sudah diumumkan sebelumnya lewat keterbukaan informasi kepemilikan saham.
Perseroan menegaskan tidak memiliki rencana tindakan korporasi apa pun dalam tiga bulan mendatang, termasuk yang dapat berdampak pada status pencatatan sahamnya di Bursa. Setelah dikonfirmasi oleh Corporate Secretary, pemegang saham pengendali juga menyatakan tidak ada rencana lanjutan terkait kepemilikan sahamnya di BALI, maupun transaksi tertentu yang akan dilakukan ke depan.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal BALI? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.