Pemerintah kembali menerbitkan surat utang ritel, kali ini seri SBR015, yang bisa dibeli masyarakat lewat berbagai kanal termasuk layanan digital bank bjb. Ini penting bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi dengan modal kecil, karena SBN ritel dirancang agar bisa dibeli dengan nominal yang disesuaikan kemampuan finansial masing-masing, sekaligus menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan negara.

Masa penawaran SBR015 berlangsung 28 September hingga 22 Oktober 2026, dengan dua pilihan jangka waktu, yaitu SBR015T2 selama dua tahun dan SBR015T4 selama empat tahun. Kupon awal yang ditawarkan masing-masing 6,75 persen per tahun untuk tenor dua tahun dan 6,85 persen per tahun untuk tenor empat tahun, yaitu imbal hasil yang akan diterima investor secara berkala selama masa investasi.

Kedua seri ini memakai skema kupon mengambang dengan batas bawah. Artinya, besaran kupon bisa berubah mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia, tetapi pemerintah sudah menetapkan batas minimum sehingga kupon tidak akan turun di bawah angka itu meski suku bunga acuan turun. Sebaliknya, jika suku bunga acuan naik, kupon SBR015 juga berpotensi naik. Kupon awal ditetapkan dari suku bunga acuan ditambah selisih tetap, yaitu suku bunga acuan plus 1 persen untuk tenor dua tahun dan plus 1,1 persen untuk tenor empat tahun.

Bank bjb menyediakan akses pembelian SBR015 melalui layanan digitalnya, menjadikan bank ini salah satu mitra distribusi yang memudahkan masyarakat memesan instrumen ini secara online tanpa perlu datang ke kantor cabang.