PT Bank Jago Tbk menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan pada 28 Oktober 2026. Surat pernyataan direksi ditandatangani oleh Direktur Utama Arief Harris Tandjung dan Direktur Supranoto Prajogo, sementara surat pengantar ke bursa ditandatangani oleh Tjit Siat Fun selaku Direktur Kepatuhan atau Corporate Secretary. Laba bersih perseroan tercatat Rp298,1 miliar, naik 49,7 persen dari Rp199,1 miliar pada periode yang sama tahun 2025, dengan laba per saham dasar naik dari Rp14,37 menjadi Rp21,50. Total aset mencapai Rp42.102 miliar per 30 September 2026, naik 15,3 persen dari Rp36.507 miliar pada akhir 2025.

Dari sisi pendanaan, simpanan tabungan nasabah naik 27,6 persen menjadi Rp10.171,5 miliar dari Rp7.971,7 miliar, sedangkan deposito berjangka naik menjadi Rp13.021,4 miliar dari Rp12.749,9 miliar. Perseroan juga menambah penempatan di Surat Berharga Negara, membuat portofolio efek-efek naik 36,7 persen menjadi Rp5.558,5 miliar, dan menempatkan giro di Bank Indonesia sebesar Rp3.561,8 miliar, naik 141,1 persen, karena menurut penjelasan manajemen ada dana yang tidak dapat ditempatkan pada instrumen lain di bank sentral. Di sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah (NPL) kotor naik dari 0,61 persen menjadi 0,87 persen dan NPL bersih naik dari 0,12 persen menjadi 0,34 persen, sementara rasio kecukupan modal (CAR) turun dari 31,63 persen menjadi 27,54 persen.

Perseroan juga mencatatkan pinjaman baru sebesar Rp1.785,2 miliar, yang merupakan hasil penarikan penuh fasilitas pinjaman sindikasi jangka pendek berplafon US$100 juta yang ditandatangani pada 15 Desember 2025 dan ditarik seluruhnya pada 9 Januari 2026. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada 30 Desember 2026. Selain itu, cadangan pembayaran berbasis saham untuk program opsi saham karyawan MESOP 2025-2030 naik dari Rp75,6 miliar menjadi Rp90,8 miliar, setelah perseroan melakukan pra pencatatan tambahan saham sebanyak-banyaknya 40 juta lembar pada 22 Mei 2026, dari total program yang disetujui RUPST 14 Mei 2025 sebanyak-banyaknya 200 juta saham.