PT Bank Jago Tbk (ARTO) menyampaikan materi public expose tahunan kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor S.550/JAGO-COMP/IX/2026 yang ditandatangani Tjit Siat Fun, Corporate Secretary sekaligus Direktur Kepatuhan perseroan. Paparan publik akan digelar 10 September 2026 pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, menjadi bagian dari Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan BEI.

Dalam materi tersebut, Bank Jago melaporkan total aset Rp41,4 triliun per Juni 2026, naik 28 persen dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp32,4 triliun. Portofolio kredit dan pembiayaan syariah tumbuh 24 persen menjadi Rp26,6 triliun, sementara dana pihak ketiga naik 23 persen menjadi Rp27,6 triliun dengan porsi dana murah (CASA) mencapai 53 persen. Ekuitas perseroan tercatat Rp9,0 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) 28,4 persen.

Dari sisi laba, Bank Jago membukukan laba sebelum pajak Rp242 miliar dan laba setelah pajak Rp189 miliar pada semester I 2026, masing-masing naik 49 persen dibanding tahun sebelumnya. Kualitas kredit tercatat membaik dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross 0,8 persen, jauh di bawah rata-rata industri 2,1 persen, sementara rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) turun menjadi 56 persen. Perseroan juga melaporkan basis nasabah digital banking dan kredit sebanyak 20,1 juta per Juni 2026, termasuk 14,7 juta pengguna aplikasi Jago, dengan kapitalisasi pasar Rp13,4 triliun dan peringkat Fitch A- outlook stabil.