PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyampaikan laporan hasil Public Expose Live 2026 kepada Bursa Efek Indonesia. Acara presentasi emiten dan konferensi pers berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, dihadiri Direktur sekaligus Chief Financial Officer BCA Vera Eve Lim, Corporate Secretary Rudy Budiardjo, dan EVP Corporate Communication and Social Responsibility Hera F. Haryn. Sebanyak 119 investor dan pelaku pasar mengikuti sesi presentasi kinerja, sementara 75 perwakilan media hadir dalam sesi konferensi pers terpisah.

Dalam paparan kinerja semester I 2026, BCA melaporkan total kredit konsolidasi tumbuh 8 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp1.036 triliun per Juni 2026. Kredit produktif, yakni pembiayaan ke sektor korporasi, komersial, dan UKM, mencapai Rp802 triliun atau naik 11 persen, dengan kredit korporasi tumbuh paling tinggi sebesar 13,6 persen menjadi Rp513,4 triliun. Rasio kredit bermasalah (NPL) membaik ke 1,9 persen dari 2,2 persen setahun sebelumnya, dan rasio kredit berisiko (LAR) turun ke 4,9 persen dari 5,7 persen. Dana pihak ketiga naik 7,9 persen menjadi Rp1.284 triliun, dengan porsi dana murah berupa giro dan tabungan (CASA) naik menjadi 85,2 persen dari total dana pihak ketiga. Laba bersih konsolidasi BCA pada semester I 2026 tercatat Rp29,5 triliun, naik 1,8 persen dari Rp29 triliun pada periode sama tahun lalu.

Dalam sesi tanya jawab, manajemen mengungkap BCA telah merealisasikan pembelian kembali saham (buyback) senilai sekitar Rp3,5 triliun sejak tahun lalu, dari target maksimal Rp5 triliun yang berlaku selama satu tahun sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 12 Maret 2026 hingga RUPS Tahunan 2027. Rasio pembagian dividen dari laba tahun buku 2025 dinaikkan menjadi 72 persen, dari 67 persen pada tahun sebelumnya, dan pembagian dilakukan secara kuartalan sepanjang 2026. Manajemen menyebut rasio kecukupan modal (CAR) yang turun dari 28,4 persen menjadi 26,8 persen dalam setahun terakhir tetap memberi ruang menaikkan rasio dividen ke depan, dengan target CAR sepanjang 2026 di kisaran 26 hingga 27 persen.

Di luar kinerja keuangan, BCA melaporkan penyaluran kredit hijau tumbuh 19 persen menjadi Rp123 triliun, ditopang pembiayaan ke sektor energi baru terbarukan yang melonjak 82 persen menjadi Rp7,7 triliun dan kredit kendaraan listrik yang naik 25 persen menjadi Rp4 triliun. Perseroan juga menaikkan batas transfer harian di aplikasi myBCA menjadi Rp500 juta per BCA ID mulai 12 Agustus 2026, serta menggandeng PT Pegadaian (Persero) menghadirkan layanan Tabungan Emas di aplikasi tersebut.