PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang telah diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 18 September 2026, lewat surat nomor 20665/FDI/IX/2026. Auditor independen KAP Mirawati Sensi Idris, dengan partner penandatangan Fendri Sutejo, memberikan opini wajar tanpa modifikasian atau opini bersih tanpa catatan atas laporan ini. Auditor mencatat dua hal audit utama, yaitu penilaian cadangan kerugian penurunan nilai untuk kredit yang diberikan, serta pengukuran nilai wajar instrumen keuangan level 2.
Dari sisi neraca, total aset BBKP naik dari Rp89,79 triliun pada akhir Desember 2025 menjadi Rp93,01 triliun pada akhir Juni 2026. Total liabilitas juga naik dari Rp81,75 triliun menjadi Rp84,75 triliun, sementara total ekuitas pemegang saham bertambah dari Rp8,04 triliun menjadi Rp8,26 triliun. Kredit yang diberikan neto tumbuh tipis dari Rp47,09 triliun menjadi Rp47,51 triliun, dengan cadangan kerugian atas kredit bermasalah turun sedikit dari Rp2,78 triliun menjadi Rp2,77 triliun.
Yang mencolok ada di laporan laba rugi. Laba bersih semester I 2026 hanya Rp19,02 miliar, anjlok dari Rp389,67 miliar pada semester I 2025. Namun dokumen ini juga menunjukkan bahwa laba operasional dari bisnis perbankan utama justru membaik, berbalik dari rugi Rp65,39 miliar pada semester I 2025 menjadi laba Rp38,02 miliar pada semester I 2026. Penyebab utama anjloknya laba bersih adalah pos pendapatan non operasional, yang tercatat untung besar Rp563,52 miliar pada semester I 2025 namun berbalik rugi Rp18,32 miliar pada semester I 2026. Akibatnya, laba per saham dari operasi berkelanjutan turun dari Rp2,03 menjadi Rp0,07 per saham.
Laporan ini juga mencantumkan dua anak usaha BBKP. PT Bank KB Bukopin Syariah di Jakarta, beroperasi sejak 1990, memiliki aset Rp8,01 triliun dengan kepemilikan BBKP sebesar 95,92 persen. PT KB Bukopin Finance di Jakarta, beroperasi sejak 1983 di bidang pembiayaan, memiliki aset Rp1,46 triliun dengan kepemilikan BBKP sebesar 99,24 persen.
