PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melaporkan laba bersih konsolidasi Rp31,2 triliun pada semester I 2026, naik 17,5 persen dibandingkan Rp26,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini disampaikan manajemen dalam pemaparan kinerja keuangan kepada analis dan investor pada 31 Agustus 2026. Laba operasional sebelum pencadangan atau PPOP turut naik 12,8 persen menjadi Rp65,7 triliun dari Rp58,3 triliun, ditopang pendapatan bunga bersih yang tumbuh 9,9 persen menjadi Rp80,5 triliun.
Pertumbuhan laba ditopang ekspansi kredit yang melampaui rata-rata industri. Total penyaluran kredit dan pembiayaan BRI naik 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun dari Rp1.417 triliun setahun sebelumnya. Total aset perusahaan naik 11,7 persen menjadi Rp2.352 triliun, sementara total simpanan nasabah tercatat Rp1.574,6 triliun. Dana murah berupa simpanan giro dan tabungan (CASA) tumbuh 10,1 persen menjadi Rp1.608 triliun, sehingga biaya dana yang harus dibayar bank ke nasabah turun 69 basis poin menjadi 2,4 persen.
Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit berisiko atau loan at risk turun dari 10,8 persen menjadi 9,1 persen, biaya pencadangan kredit bermasalah (cost of credit) turun dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen, dan rasio kredit macet baru di segmen mikro turun dari 5,9 persen menjadi 4,5 persen. Imbal hasil atas modal pemegang saham (ROE) naik dari 16,6 persen menjadi 18,8 persen. Di sisi digital, jumlah pengguna aktif aplikasi BRImo naik dari 42,7 juta menjadi 49,7 juta pengguna atau tumbuh 16,5 persen. Pemaparan ini dihadiri 125 peserta analis dan investor, disampaikan oleh Group CEO Hery Gunardi bersama enam direktur lainnya.
